terkinni.id – Pameran yang mempertemukan topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan resmi dibuka di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada 27 Oktober 2026. Mengusung tema “Two Faces, One Soul” atau “Dua Wajah, Satu Jiwa”, acara ini diselenggarakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) bersama Indonesian Heritage Agency (IHA) dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Januari 2027.
Adapun pameran ini bertujuan menyoroti makna budaya dan nilai artistik topeng tradisional kedua negara, sekaligus mengungkap kesamaan emosi manusia dan kisah kehidupan yang terkandung di dalamnya. Sebanyak 10 pasang topeng dengan karakteristik serupa dipamerkan berdampingan, mengusung berbagai tema seperti perlindungan, humor dan satir, sisi batin manusia, keindahan, hingga dunia imajinasi. Tak hanya itu, pada acara pembukaan, pengunjung juga diperkenalkan dengan instalasi berukuran besar yang terinspirasi dari topeng Hahoe asal Andong, Korea Selatan, serta topeng Panji dari Indonesia.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soon Gu, menyampaikan bahwa meskipun topeng dibuat untuk menutupi wajah, benda tersebut justru menjadi bentuk pengungkapan perasaan dan pemikiran orang-orang di baliknya. Ia menambahkan bahwa topeng Indonesia dan Korea memiliki bentuk serta tradisi artistik yang berbeda, tetapi sama-sama mencerminkan harapan akan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.
Selain koleksi topeng tradisional, pameran ini juga menghadirkan pengalaman imersif yang memadukan tradisi dengan teknologi modern di ruang pameran khusus museum hingga 31 Oktober. Pengunjung pun dapat mengikuti lokakarya tari yang dipandu koreografer tari topeng tradisional Korea serta berbagai kegiatan interaktif setiap akhir pekan selama pameran berlangsung. Lebih lanjut, souvenir hasil karya pemenang kompetisi desain merchandise topeng tradisional Korea–Indonesia yang diselenggarakan KCCI juga tersedia untuk dibeli di lokasi.




