terkinni.id – Indonesia dan Korea Selatan berupaya memperkuat kerja sama di bidang pendidikan melalui program ‘Korea–Indonesia Learning Cooperation (KLIC)’. Program yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Indonesia serta Gangwon State Office of Education di Korea Selatan ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.
Dilaksanakan melalui kerja sama dengan Gangwon International Education Institute (GIEI), kapasitas guru diperkuat melalui program ini, khususnya dalam literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta penerapan pembelajaran elektronik di kelas.

Terkait dengan program ini, Ali Andika Wardhana selaku Wakil Dubes RI di Seoul menekankan bahwa dukungan terhadap guru merupakan investasi untuk masa depan. Menurutnya, KLIC menjadi kesempatan bagi para pendidik dari kedua negara untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, sekaligus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Adapun dalam pelaksanaanny, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, bersama 24 guru peserta KLIC 2026, 11 perwakilan Kemendikdasmen, serta perwakilan Gangwon State Office of Education dan GIEI.

Pada 23 Oktober lalu, para tenaga didik ini dan perwakilan GIEI juga telah mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul untuk berbagi pengalaman selama mengikuti pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui program tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas dan dibagikan kepada sesama guru di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Korea Selatan diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.



