terkinni.id – Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia mengumumkan pada Selasa (26/5) bahwa mereka telah mengadakan seminar terkait perkembangan hubungan pasca-KTT bilateral Korea-Indonesia dan bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga think tank. Sekitar 70 orang, termasuk pejabat dari Kementerian Luar Negeri Indonesia dan akademisi, menghadiri seminar yang diadakan di Jakarta ini.
Yoon Soon Gu, Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, menilai kunjungan kenegaraan tersebut bukan lagi pilihan tetapi suatu keharusan dalam situasi hubungan internasional saat ini.
Ia menambahkan, “Penting untuk secara signifikan memperluas skala perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan struktur ekonomi yang saling melengkapi dari kedua negara, dan secara aktif memperluas pertukaran antarmasyarakat selaku elemen penting bagi pengembangan hubungan yang berkelanjutan.”
Arifianto Sofiyanto, Direktur Jenderal untuk Asia Timur di Kemenlu, juga menegaskan, “Memperkuat kerja sama bilateral adalah salah satu prioritas utama Kementerian Luar Negeri Indonesia,” seraya mencatat bahwa KTT bilateral tersebut membuahkan hasil di bidang-bidang seperti transisi energi, mineral, teknologi digital, serta industri hijau dan strategis.
Lebih lanjut, Ko Young Kyung—profesor riset di Sekolah Pascasarjana Studi Internasional Universitas Yonsei—menekankan, “Sangat penting apakah saling ketergantungan antara kedua negara dapat diubah menjadi daya saing industri bersama,” menambahkan, “Khususnya, agar strategi peningkatan industri pemerintahan Prabowo dapat menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan, strategi tersebut harus didukung oleh kerja sama bilateral yang canggih, seperti transfer teknologi dan pelatihan tenaga kerja industri.”
Andrew Wiguna Mantong, seorang peneliti senior di CSIS, menyatakan, “Di tengah perubahan situasi internasional yang cepat, kerja sama bilateral di bidang strategis seperti pertahanan nasional dan keamanan maritim sangat penting,” menambahkan bahwa “kerja sama di industri pertahanan harus diperkuat.”


