terkinni.id – Dalam pertemuan puncak antara Presiden Lee Jae Myung dan Prabowo Subianto pada Rabu (1/4), kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan hubungan mereka menjadi “Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus.”
Berkaitan dengan hal tersebut, kedua pihak diketahui telah menandatangani 16 nota kesepahaman (MOU) yang tidak hanya mencakup bidang perdagangan, investasi, dan kolaborasi industri pertahanan, tetapi juga di sektor-sektor pertumbuhan baru seperti kecerdasan buatan (AI); teknologi informasi dan komunikasi (ICT); manajemen lingkungan hidup (transisi energi, karbon, mineral); pengamanan sumber daya batubara dan gas alam cair (LNG); tenaga nuklir; hidrogen, dan ESS; pembangunan data center; perlindungan properti intelektual; pembuatan kapal; kolaborasi Bank of Korea dan Danantara; hingga pengembangan budaya, digital, dan industri kreatif.
Sejumlah kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi perusahaan domestik Korea untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek luar negeri, sekaligus memperluas kerja sama antara kedua negara.
Lebih lanjut, Presiden Lee Jae Myung juga dikabarkan telah menyetujui kerja sama produksi massal IF-21, varian Indonesia dari pesawat tempur supersonik Korea KF-21 (Boramae). Mereka kemudian sepakat untuk menjajaki kerja sama dalam proyek-proyek pertahanan lainnya, seperti pengadaan pesawat pelatihan, rudal anti-tank, dan amunisi.


