terkinni.id – Pada 14-15 Mei lalu, Daejeon Techno Park (Daejeon TP) baru saja mengundang sejumlah pejabat infrastruktur riset universitas di Indonesia untuk mengambil bagian dalam proyek ‘Riset Agro-Bio Tingkat Lanjut dan Pengembangan Industri’ milik Kementerian Sains dan Teknologi Informasi Korea Selatan.
Program ini diselenggarakan bersamaan dengan ‘Proyek Kerja Sama Seoul National University-Universitas Indonesia” yang dipromosikan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA).
Tujuannya adalah untuk memperluas peluang bagi perusahaan penelitian Korea untuk memasuki pasar luar negeri dengan memanfaatkan jaringan kerja sama internasional yang ada. Terlebih dengan adanya proyek Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) yang kian mendapat perhatian sebagai platform utama bagi perusahaan domestik untuk memasuki pasar luar negeri.

Tahun lalu pun, Daejeon TP telah mendampingi 10 perusahaan lokal dalam workshop National Instrumentation Center for Agriculture and Bioscience (NICAB)—hasil kolaborasi IPB dan KOICA—yang berlangsung di Indonesia untuk membangun jaringan lokal.
Kim Woo Yeon, Direktur Daejeon TP, menyatakan, “Program ini merupakan kesempatan penting untuk memperluas masuknya perusahaan industri penelitian lokal ke pasar global,” menambahkan, “Kami akan terus mengidentifikasi model kerja sama internasional berbasis ODA untuk mendukung penelitian bersama, komersialisasi teknologi, dan masuknya pasar luar negeri antara perusahaan lokal dan lembaga industri-akademik-penelitian luar negeri.”


