terkinni.id – Startup Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kolaborasi di bidang teknologi iklim (climate tech) melalui rangkaian ‘Climate SOLVE Week’ yang digelar di Busan pada 5–10 September. Kegiatan ini mempertemukan pelaku startup, perusahaan, akademisi, dan pemerintah dari kedua negara untuk berbagi teknologi serta peluang bisnis.

Salah satu startup yang diperkenalkan adalah AIGRA, penerima bantuan program MAJU:ON yang digagas SK Innovation E&S. Startup tersebut mengembangkan solusi mengatur suhu dan kelembapan secara otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan produktivitas pertanian. AIGRA mencatat peningkatan stabilitas lingkungan sebesar 35% serta kualitas dan kuantitas hasil panen sebesar 26%.

Selain pertukaran teknologi, kegiatan ini turut diisi impact hackathon yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Korea untuk mencari solusi bagi permasalahan UMKM di Busan. Delegasi startup Indonesia juga mengunjungi Centum Technology Startup Town (CENTAP) untuk mempelajari ekosistem dan sistem dukungan startup di Korea. Wakil Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Ali Andika Wardhana menilai kerja sama kedua negara ini dapat saling melengkapi, dengan Korea unggul dalam teknologi dan inovasi industri, sementara Indonesia memiliki populasi muda serta pasar yang dinamis.


