terkinni.id – Pada Kamis (18/12), terungkap bahwa Lembaga Pengawas Keuangan Korea Selatan (Financial Supervisory Service/FSS) telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di kediaman serta kantor Ketua HYBE, Bang Si Hyuk. Tindakan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan wajib yang diluncurkan oleh Kepolisian Yudisial Khusus Pasar Modal FSS atas dugaan praktik perdagangan curang.
Menurut laporan media eToday, operasi penggeledahan dan penyitaan dilakukan selama dua hari berturut-turut, dimulai sehari sebelumnya. Langkah ini menandai eskalasi penyelidikan terhadap Bang Si Hyuk, yang saat ini tengah diperiksa atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal Korea Selatan.
Bang Si Hyuk diduga terlibat dalam praktik perdagangan tidak adil menjelang penawaran umum perdana (IPO) HYBE pada tahun 2019. Pihak kepolisian mencurigai bahwa Bang menyesatkan pemegang saham yang ada dengan menyatakan bahwa pencatatan perusahaan akan ditunda, padahal pada saat yang sama HYBE disebut-sebut tengah aktif mempersiapkan proses IPO.
Selain itu, terdapat tuduhan bahwa Bang mengarahkan penjualan sahamnya kepada perusahaan tujuan khusus (special purpose company/SPC) yang dibentuk oleh dana ekuitas swasta. Dana tersebut dilaporkan dikelola oleh perusahaan manajemen aset yang didirikan dengan investasi dari sejumlah eksekutif HYBE, sehingga memunculkan dugaan konflik kepentingan dan praktik perdagangan curang.
Kasus ini saat ini berjalan melalui dua jalur penyelidikan terpisah. Kepolisian Metropolitan Seoul telah memulai penyelidikan sejak Desember tahun lalu, sementara pada Juli, pihak kejaksaan secara resmi menginstruksikan Kepolisian Yudisial Khusus Pasar Modal FSS untuk menyelidiki pengaduan terkait dugaan perdagangan tidak adil oleh Bang Si Hyuk.
Meskipun penyelidikan kepolisian dilaporkan telah memasuki tahap akhir, keputusan FSS untuk melakukan tindakan paksa melalui penggeledahan secara luas ditafsirkan sebagai upaya untuk menelusuri aspek-aspek tambahan yang belum sepenuhnya terungkap dalam penyelidikan sebelumnya. Seorang pejabat FSS menyatakan bahwa rincian penyelidikan oleh kepolisian yudisial khusus tidak dapat dikonfirmasi secara publik.


