terkinni.id – Himpunan Pengusaha Nahdliyin Korea (HPN-K) mengumumkan pada 5 Juni lalu bahwa saat ini mereka secara aktif mengupayakan proyek pariwisata Muslim Jeju di tengah perluasan sertifikasi Halal dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Dalam upaya ini, HPN-K diketahui bekerja sama dengan AMPHURI, Asosiasi Pariwisata Muslim Indonesia, dan GIV, sebuah organisasi relawan influencer global. Kedatangan pertama wisatawan Muslim Indonesia pun telah dijadwalkan pada 29 Juni, dan persiapan akhir untuk penyambutan mereka saat ini sedang berlangsung.
Adapun promosi proyek pariwisata Halal Jeju ini didasarkan oleh permintaan pariwisata yang terkait dengan ibadah Haji dan Umrah, sehingga untuk meningkatkan kenyamanan, dibangunlah fasilitas seperti restoran Halal, akomodasi ramah Muslim, tempat sholat, hingga rute wisata.
Proyek ini sendiri sejalan dengan tren yang terbentuk selama KTT Korea-Indonesia, di mana kedua negara mencapai konsensus tentang perluasan kerja sama di bidang sertifikasi Halal dan sepakat untuk memperkuat kolaborasi ekonomi. Secara khusus, proyek ini bertujuan untuk menghubungkan Jeju dengan pasar pariwisata Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, untuk menghasilkan permintaan pariwisata berbasis penginapan dan mengamankan mesin pertumbuhan baru bagi industri pariwisata Jeju.
Lebih lanjut, selama tur pengenalan yang diadakan di Jeju April lalu, sejumlah fasilitas tersebut juga telah diperiksa secara intensif. Seiring dengan hal ini, HPN-K pun menyediakan konsultasi terkait sertifikasi utama dan kepatuhan regulasi yang diperlukan untuk memasuki pasar Indonesia, termasuk sertifikasi Halal, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia), SNI (Standar Sertifikasi Nasional Indonesia), dan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Park Junyoung, Perwakilan HPN-K mengatakan, “Minat terhadap sertifikasi Halal dan kerja sama pasar semakin meningkat setelah KTT Korea-Indonesia,” menambahkan, “Dengan kedatangan wisatawan pertama pada 29 Juni, kami akan terus memantau operasional di lokasi dan kualitas layanan untuk menciptakan lingkungan pariwisata yang stabil dan sangat memuaskan.”
Sementara itu, melalui proyek ini, HPK-K berencana untuk memperluas infrastruktur pariwisata Jeju guna mengakomodasi wisatawan Muslim global dan membangun model baru yang sukses dalam kerja sama pariwisata, budaya, dan ekonomi yang menghubungkan Korea dan Indonesia.


