terkinni.id – Korea Energy Agency meluncurkan proyek Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) baru dengan Indonesia di bidang agri-solar dan pengurangan gas rumah kaca.
Pada Kamis (11/6), perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Bappenas guna membahas dukungan perizinan dan persetujuan proyek bagi kelancaran pelaksanaan proyek-proyek ODA baru.
Melalui kesepakatan ini, dua proyek yang mencakup ‘Pembangunan Sistem Pengisian Daya Sepeda Motor Listrik Berbasis Pembangkit Tenaga Surya Pertanian’ dan ‘Peningkatan Kapasitas Verifikasi Emisi Gas Rumah Kaca’ diharapkan dapat diimplementasikan untuk mendukung peningkatan akses ke energi bersih di daerah pedesaan dan menjadi dasar distribusi sepeda motor listrik, serta berkontribusi dalam pengurangan emisi internasional antara kedua negara.
Dengan memanfaatkan proyek ODA di Indonesia ini sebagai peluang, perusahaan berencana memperluas ‘Sunshine Income Village,’ model bisnis energi terbarukan partisipatif masyarakat yang menjadi andalan Korea, agar sesuai dengan kondisi lokal di Indonesia.
Per tanggal 12 pun, perusahaan berencana untuk mengunjungi lokasi pemasangan fasilitas tenaga surya pertanian di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) guna memeriksa status operasional setempat dan membahas arah proyek ODA baru serta penerapannya di daerah setempat.
Choi Jae Kwan, Pimpinan Korea Energy Agency, menyatakan, “Saya menganggap penting bahwa proyek-proyek ODA diluncurkan dengan sungguh-sungguh berdasarkan kerja sama dengan Bappenas,” menambahkan, “Ini akan berkontribusi pada peningkatan akses energi di daerah pedesaan Indonesia, peningkatan pendapatan penduduk, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.”


