terkinni.id – Di tengah pengetatan regulasi Halal di Indonesia, Institut Sertifikasi Manajemen Keamanan Pangan Korea (HACCP Institute) mengumumkan pada Selasa (9/6) bahwa mereka telah mengadakan acara pertukaran budaya makanan K-Food dengan mengundang pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia.
Sejumlah pejabat, termasuk Ahmad Haikal Hasan, Direktur BPJPH Indonesia, dan Yuliyanti Aqil Irham, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPJPH hadir dalam kegiatan ini.
Adapun kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan agenda diskusi antara Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan serta BPJPH Indonesia mengenai upaya kerja sama terkait sertifikasi Halal untuk memperkuat daya saing ekspor perusahaan makanan Korea. HACCP berupaya mempromosikan pemahaman tentang budaya makanan antara kedua negara dengan menjalankan program yang memungkinkan peserta untuk merasakan K-Food dan K-Culture.
Pada kesempatan tersebut, para pejabat kemudian membuat dan mencicipi langsung kimchi, makanan fermentasi khas Korea, serta diperkenalkan dengan berbagai produk halal yang diproduksi oleh perusahaan makanan Korea.
Dengan ini, mereka juga berkesempatan memperdalam pemahaman tentang industri makanan Korea sekaligus memeriksa kesesuaian makanan yang diproduksi dengan standar halal. Selain itu, Dirjen Ahmad Haikal Hassan juga menyampaikan kuliah khusus tentang kebijakan Halal dan sistem sertifikasi di Indonesia kepada auditor dari HACCP Korea.
Han Sang Bae, Presiden HACCP, menyatakan, “Keberhasilan memasuki pasar Halal tidak hanya bergantung pada perolehan sertifikasi, tetapi juga, yang terpenting, pada pemahaman mendalam tentang budaya dan sentimen negara mitra.” Ia menambahkan, “Acara pertukaran ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk secara langsung mempromosikan keamanan dan keunggulan K-Food serta memperluas masuknya perusahaan makanan kami ke pasar Halal Indonesia.”


