terkinni.id – Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengumumkan pada Selasa (9/6) bahwa mereka telah mengadakan pertemuan dengan tema “Langkah-Langkah Memperkuat Kerja Sama Korea-Indonesia dan Korea-ASEAN” bagi jurnalis Indonesia yang mengunjungi Korea melalui undangan Exchange Program Next Generation dari Korea Foundation (KF).
Sekitar 20 orang menghadiri pertemuan tersebut, termasuk jurnalis next generation dari Indonesia, pejabat Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dan jurnalis Korea. Setelah mendengarkan presentasi dari Biro ASEAN Kemenlu tentang upaya memperkuat kerja sama Korea-Indonesia dan Korea-ASEAN, para peserta dilibatkan dalam dialog terbuka dengan jurnalis dari kedua negara.
Dalam sambutan pembukaannya, Jeong Gayeon, Penasihat Senior Dirjen Biro ASEAN di Kemenlu, menyatakan, “Saya berharap pertemuan ini, yang diadakan pada saat hubungan Korea-Indonesia sedang mencapai tingkatan baru, akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman antara kedua negara.”
Dalam pidato utamanya, Pemimpin FPCI Dr. Dino Patti Djalal pun menekankan pentingnya kerja sama bilateral untuk membangun tatanan internasional yang inklusif dan berorientasi masa depan, dengan menyatakan, “Sebagai kekuatan menengah, Korea dan Indonesia harus aktif memimpin solidaritas selama transisi tatanan internasional berlangsung.”
Melalui presentasi tematik, Kemenlu lalu menjelaskan rencananya untuk memperluas kerja sama di sektor-sektor pertumbuhan masa depan, seperti teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), transisi energi, ekonomi hijau, dan industri kreatif budaya, berdasarkan “Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus” yang dibentuk selama kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea pada April silam. Lebih lanjut, pemerintah Korsel berencana untuk terus memperluas fondasi bagi pertukaran antarmasyarakat next generation sambil memperluas kerja sama dengan negara-negara ASEAN utama, termasuk Indonesia.


