terkinni.id – Korea Internet & Security Agency (KISA) mengumumkan pada 5 Juni bahwa mereka telah mengadakan ‘2026 Korea-Indonesia Cybersecurity Partnership in the AI Era’ di Jakarta selama dua hari, yakni pada tanggal 3 dan 4 lalu bersama dengan Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO).
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 120 perwakilan dari lembaga dan perusahaan lokal Indonesia, serta 10 perusahaan keamanan informasi (SI) Korsel, termasuk Piolink, RaonSecure, Quadminer, dan MarkAny .
Selama seminar, instansi pemerintah Indonesia—seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kenkomdigi), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)—menyajikan arahan kebijakan keamanan siber untuk sektor telekomunikasi dan keuangan serta berbagi isu keamanan yang dihadapi perusahaan telekomunikasi dan lembaga keuangan besar.
Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi mempresentasikan solusi keamanan untuk mengatasi tantangan ini dan menjelaskan kelayakan penerapannya di pasar lokal. Mereka juga menjajaki peluang masuk pasar melalui sesi 1:1 dengan instansi dan perusahaan lokal.
Lee Sang Joong, Presiden KISA, menyatakan, “Dengan transformasi besar menuju AI, pentingnya keamanan informasi untuk infrastruktur kritis seperti telekomunikasi dan keuangan kian meningkat.” Ia menambahkan, “Kami akan mendukung masuknya perusahaan SI ke pasar global melalui kerja sama berdasarkan permintaan lokal dan kemitraan publik-swasta, serta memperluas kerja sama keamanan siber internasional.”


