terkinni.id – Menurut laporan media lokal pada Rabu (6/5), pemerintah Indonesia telah memperkuat kerja sama di sektor industri untuk mewujudkan visi ‘Indonesia Emas 2045,’ dengan secara khusus meningkatkan sistem pendidikan kejuruan melalui kolaborasi dengan Hyundai Motor Indonesia (HMMI).
Lewat kerja sama ini, pemerintah berencana untuk membina tenaga kerja ahli yang dibutuhkan bagi industri kendaraan listrik (EV) hingga menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi dan memperkuat daya saing industri. Upaya ini juga dinilai sebagai tanggapan bagi pasar kendaraan listrik (EV) yang saat ini sedang berkembang pesat.
Adapun pada 5 Mei lalu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Afriansyah Noor, telah menghadiri “Hyundai EV Ecosystem Tour” yang diadakan di pabrik Hyundai Motor di Cikarang. Dalam kunjungannya tersebut ia menekankan, “Pertumbuhan pesat pasar EV selama tiga tahun terakhir secara signifikan meningkatkan permintaan akan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dalam teknologi elektrifikasi, digitalisasi, dan industri ramah lingkungan.”
Berkaitan dengan hal ini, ia juga mengungkapkan, “Hyundai Motor Indonesia telah menyumbangkan lima kendaraan kepada Balai Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BBPVP) di Bandung pada tahun 2023 untuk mendukung pendidikan kejuruan otomotif,” dan menambahkan, “Ini adalah contoh utama kerja sama strategis antara pemerintah dan industri.”
Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sendiri, penjualan EV diproyeksikan melonjak dari sekitar 10.000 unit pada tahun 2022 menjadi lebih dari 100.000 unit pada tahun 2025, yang menyebabkan ekspansi pesat ekosistem industri terkait.


