terkinni.id – Pada rapat kabinet yang dilaksanakan pada 14 April lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan, “Saya sering menerima permintaan dari para pemimpin luar negeri untuk meningkatkan rute penerbangan reguler.”
Menyoroti perlunya perluasan penerbangan rute jarak menengah hingga jauh Bandara Internasional Incheon, permintaan tersebut kemudian dinilai dapat berguna untuk mendorong pengembangan diplomasi, industri, logistik, dan pariwisata Korea Selatan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Presiden Lee lalu membahas sejumlah rute langsung yang tampaknya perlu diperluas, salah satunya rute Incheon-Indonesia.
Dengan rute direct flight dari Incheon ke Jakarta, Bali, dan Batam yang aktif beroperasi untuk saat ini, sang Presiden kemudian berencana memperluas cakupan rute dengan menambah delapan kota baru, yakni Surabaya, Yogyakarta, Mataram, Medan, Padang, Palembang, Pontianak, dan Makassar.
Menyambut baik rencana ini, Profesor Choi Jeong Cheol dari Inha University juga menilai bahwa upaya tersebut dapat memperkuat status Bandara Internasional Incheon sebagai bandara penghubung Asia Timur. Ia lalu menambahkan pula bahwa dengan demikian, sinkronisasi perjanjian penerbangan bilateral, hak pengoperasian, slot, hingga kesiapan maskapai penerbangan domestik dan asing antara Korea Selatan dan negara mitra juga harus dipastikan dengan sungguh-sungguh.


