terkinni.id – Dalam upaya mengamankan posisi terdepan di pasar hidrogen global dan meletakkan fondasi bagi ekspansi perusahaan domestik ke luar negeri, Korea Testing Certification Institute (KTC) saat ini sedang mengejar strategi dukungan komprehensif yang mencakup sertifikasi, infrastruktur, dan kerja sama global. Hal ini dilakukan guna memperkuat daya saing industri hidrogen dalam negeri.
Sehubungan dengan hal tersebut, pada Senin (30/3), KTC mengumumkan bahwa mereka akan mendukung pembentukan ekosistem hidrogen yang berpusat pada tiga strategi, yakni jaminan keandalan dan transparansi proses produksi melalui ‘Dukungan Operasional untuk Sistem Sertifikasi Hidrogen Bersih,’ pendirian ‘Pusat Keandalan Pengukuran Hidrogen’ di Samcheok, dan mendukung kepemimpinan K-Hidrogen di pasar global melalui perluasan kerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) Indonesia.
Pada 10 Maret lalu, KTC pun diketahui telah mengunjungi kantor Badan Standar Nasional (BSN) Indonesia untuk membahas langkah-langkah kerja sama timbal balik. Secara spesifik, mereka sepakat untuk bersama-sama mengupayakan pembangunan infrastruktur produksi dan pengisian hidrogen, mengembangkan pengukuran hidrogen dengan standar Indonesia, dan membuat sistem perhitungan emisi gas rumah kaca.
Presiden KTC Ahn Seong-il menyatakan, “Hidrogen adalah sumber energi inti yang akan memimpin era netralitas karbon dan industri masa depan yang menjanjikan, sekarang adalah saat yang tepat untuk membangun fondasi bagi ekosistem hidrogen,” lalu menambahkan, “Kami akan terus memberikan dukungan untuk membantu perusahaan mengamankan daya saing global.”


