terkinni.id – Nilai perusahaan Boston Dynamics, anak usaha robotika Hyundai Motor Group, diperkirakan meningkat lebih dari 20 kali dalam sekitar lima tahun sejak diakuisisi. Peningkatan ini didorong oleh ekspektasi pertumbuhan setelah peluncuran robot humanoid “Atlas”, sekaligus meningkatkan minat terhadap rencana penawaran umum perdana (IPO).
Menurut laporan bisnis Hyundai Glovis, perusahaan tersebut menambah investasi sebesar 89,1 miliar won ke Boston Dynamics tahun lalu, sehingga kepemilikannya meningkat dari 10,95% menjadi 11,25%. Berdasarkan perubahan nilai investasi tersebut, valuasi Boston Dynamics diperkirakan mencapai sekitar 30 triliun won. Angka ini sekitar 24 kali lebih tinggi dibandingkan saat Hyundai Motor Group mengakuisisinya pada 2021 dengan valuasi sekitar 1,2482 triliun won (1,1 miliar dolar AS).
Saat akuisisi, Hyundai Motor Group menginvestasikan 880 juta dolar AS untuk memperoleh 80% saham, dengan partisipasi Chung Euisun (20%), Hyundai Motor (30%), Hyundai Mobis (20%), dan Hyundai Glovis (10%). Tahun ini, setelah peluncuran Atlas, nilai perusahaan diperkirakan meningkat lebih cepat seiring meningkatnya ekspektasi terhadap teknologi AI fisik. Hyundai juga memaparkan strategi robotika dan rencana produksi massal di CES 2026, dengan target penggunaan di pabrik Georgia mulai 2028 dan perluasan setelah 2030.
Di pasar modal, muncul proyeksi bahwa nilai perusahaan dapat melampaui 100 triliun won dalam jangka panjang. KB Securities memperkirakan pasar humanoid global mencapai 9,6 juta unit per tahun pada 2035, dengan Boston Dynamics menguasai sekitar 15,6%. Berdasarkan itu, pendapatan diproyeksikan mencapai 288,3 miliar dolar AS dan valuasi sekitar 128 triliun won. Pasar memperkirakan IPO dapat terjadi awal tahun depan, setelah proses persiapan dan penawaran saham tahun ini. Namun, saat ini perusahaan masih mencatat kerugian, dengan pendapatan 150,1 miliar won dan kerugian bersih 528,4 miliar won tahun lalu.


