terkinni.id – Lembaga Pensiun Nasional (NPS) Korea Selatan terjerat dalam reaksi negatif usai salah satu pusat layanan teleponnya dibanjiri dengan keluhan dari para penggemar ENHYPEN yang marah akibat hengkangnya Heeseung dari grup baru-baru ini.
Operator pensiun negara tersebut diketahui memang merupakan pemegang saham utama di HYBE, perusahaan induk dari agensi manajemen ENHYPEN, BELIFT LAB.
Kim Sung-joo, kepala eksekutif NPS, mengatakan dalam sebuah postingan Facebook pada Rabu (18/3) bahwa pusat dukungan internasional lembaga tersebut sempat lumpuh sementara pekan lalu akibat lonjakan panggilan dan email dari penggemar luar negeri. Gangguan tersebut memengaruhi layanan bagi warga asing di Korea Selatan dan warga Korea yang tinggal di luar negeri sehingga banyak penelepon tidak dapat mengakses bantuan, tambahnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa meskipun NPS adalah investor jangka panjang yang memiliki saham di sejumlah perusahaan, mereka sama sekali tidak campur tangan dalam urusan manajemen atau kepegawaian perusahaan-perusahaan tersebut.
Adapun lonjakan reaksi negatif ini tampaknya dipicu oleh postingan yang beredar di X, di mana penggemar didesak untuk mengarahkan protes mereka kepada lembaga tersebut atas keluarnya Heeseung. Beberapa postingan daring juga menunjukkan para pengguna membagikan detail kontak pusat dukungan internasional NPS.
Sebelumnya, pada 10 Maret lalu, Heeseung mengumumkan keputusannya untuk hengkang dari ENHYPEN dengan alasan ingin mengejar karier solo. Menyusul gencarnya protes dari para penggemar, BELIFT LAB akhirnya buka suara lewat The Korea Herald dengan mengatakan Heeseung tidak akan kembali ke grup.


