terkinni.id – EGIS, perusahaan Korea yang berspesialisasi dalam platform digital twin, mengumumkan pada Kamis (26/2) bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan laporan akhir tahun pertama untuk “Proyek Percontohan Pembangunan Twin Digital Indonesia”, yang ditargetkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, di Jakarta pada 5 Februari lalu.
Sebagai bagian dari proyek Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea, EGIS berpartisipasi sebagai aliansi bersama dengan Korea Land and Geospatial InformatiX Corporation (LX).
Proyek ini ditujukan untuk membangun platform digital twin untuk layanan real estate stereoskopik 3D dan administrasi lahan di Indonesia. Melalui ini, di masa mendatang, informasi lahan juga akan diperluas hingga ke 104 kota padat penduduk di Indonesia.
Lebih lanjut, EGIS juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) dalam melakukan uji coba (PoC) pengumpulan, pengelolaan, dan pemanfaatan data BIM (Building Information Modeling) di seluruh Indonesia.
Kemitraan ini diharapkan menjadi sinyal bagi ekspansi layanan EGIS, terutama dengan pengakuan pemerintah Indonesia akan keamanan dan keunggulan teknologi platform mereka.
Ketua EGIS, Kim Sunghho, mengatakan, “Kami akan bekerja sama untuk menciptakan platform digital twin yang dapat bertahan selama 10 hingga 20 tahun.” Ia menambahkan, “Kami akan melengkapi sistem platform berlangganan global dengan memajukan teknologi twin digital berbasis AI yang telah mempelajari berbagai jenis data.”
CEO Park Gwangmok juga menekankan, “EGIS mengamankan daya saing yang berbeda berdasarkan kepercayaan pemerintah masing-masing negara,” dan “Sebagai satu-satunya perusahaan platform digital twin berbasis AI di Korea, kami akan terus maju menjangkau wilayah global seperti ASEAN dan Eropa.”


