terkinni.id – Seollal atau 설날 merupakan perayaan tahun baru lunar atau layaknya Tahun Baru Imlek di Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu hari libur nasional terpenting.
Mengikuti penanggalan kalender lunar sehingga biasanya jatuh di akhir Januari atau awal Februari, libur panjang selama Seollal berlangsung selama tiga hari yang mencakup malam tahun baru, hari tahun baru, dan hari kedua tahun baru. Di tahun 2026 ini, libur Seollal jatuh pada 16-18 Februari.
Pada hari Seollal, masyarakat Korea Kembali ke rumah atau mudik ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarga dan melakukan ritual penghormatan kepada para leluhur mereka atau Charye. Dalam sejarahnya, para keluarga kemudian akan mempersembahkan hasil panen mereka bagi para leluhur. Akan tetapi seiring perubahan zaman, bentuk Charye menjadi lebih sederhana, yakni dengan menyajikan sejumlah buah, lauk, atau makanan yang telah diolah. Meskipun demikian, proses ini tetap memiliki esensi yang sama.

Tidak ketinggalan, di rumah-rumah warga biasanya juga akan terdapat Bokjori, yaitu saringan beras tradisional yang dibuat dari bambu dan dipercaya dapat menyaring keberuntungan.

Adapun dalam perayaannya, para anggota keluarga biasanya akan menghabiskan waktu dengan menyantap hidangan tradisional, terutama tteokguk (sup kue beras). Melambangkan kemakmuran dn keberhasilan, hidangan ini dipercaya dapat membawa keberuntungan dan umur panjang. Mereka juga menikmati hidangan lainnya seperti jeon, japchae, hangwa, manduguk, dan lainnya.

Dalam perayaan ini, anak-anak juga akan melakukan Sebae atau penghormatan kepada orang tua untuk menyambut tahun baru. Tradisi ini biasanya akan diikuti pembagian Sebaetdon atau ‘angpao’ sebagai simbol keberuntungan awal di tahun yang baru.


Lebih lanjut, permainan tradisional yang populer saat Seollal adalah yutnori, yakni permainan yang dilakukan bersama anggota keluarga dengan melemparkan empat batang kayu dan melewati titik-titik sesuai dengan aturan yang ada. Di kalangan anak-anak pun terdapat permainan seperti jegichagi (menendang jegi dengan satu kaki), neolttwigi (jungkat jungkit), hingga tuho (melempar anak panah ke dalam kaleng).


Dengan demikian, Seollal dirayakan dengan penuh kehangatan bersama anggota keluarga, diikuti harapan-harapan akan keberuntungan yang berlimpah sepanjang tahun.
새해 복 많이 받으세요!
Selamat tahun baru, terimalah banyak keberuntungan di tahun ini!


