January11 , 2026

Ringankan Beban Keuangan, Indonesia Kurangi Pesanan Pesawat Tempur Boramae KF-21

Share

terkinni.id – Menurut sumber industri dan media asing pada Jumat (9/1), Korea Aerospace Industries (KAI) telah mengadakan pertemuan tertutup dengan Kementerian Pertahanan Indonesia dan PT Dirgantara Indonesia di Jakarta pada 7 Januari lalu. Diskusi ini membahas terkait pengadaan pesawat tempur KF-21.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Marsekal Pertama TNI Jon Kennedy Ginting, yang bertanggung jawab atas pengadaan properti pertahanan di bawah Badan Logistik Kementerian Pertahanan Indonesia. 

Indonesia diketahui sedang mempertimbangkan untuk membeli 16 pesawat tempur KF-21 Block II yang memiliki kemampuan misi udara-ke-darat lebih baik dibandingkan jenis Block I. Awalnya Indonesia mengusulkan pembelian 48 pesawat, tetapi kemudian mempertimbangkan untuk mengurangi jumlahnya untuk mengamankan kelayakan operasional sekaligus meringankan beban keuangan dan mempercepat pengerahan.

Indonesia pun telah meminta dukungan pinjaman dari Bank Ekspor-Impor Korea untuk membiayai pembelian pesawat tempur dan pelaksanaan proyek pengembangan bersama ini. Meskipun Korea telah menyetujui kerangka kerja umum dukungan keuangan tersebut, rincian seperti batas kredit dan ketentuan pembayaran masih harus ditentukan melalui diskusi lebih lanjut.

Adapun negosiasi antara KAI dan Indonesia terkait KF-21 ini sempat terhenti karena kontroversi mengenai pembagian biaya dan kebocoran teknologi. Pada akhir tahun 2023, Indonesia meminta perpanjangan batas waktu pembayaran hingga tahun 2034 dan pengurangan jumlah biaya dari 1,6 triliun won menjadi 600 miliar won. Sebagai imbalannya, Indonesia menawarkan untuk menerima pengurangan transfer teknologi, namun menimbulkan kekhawatiran akan potensi tindakan penyelewengan. Lebih lanjut, kontroversi semakin besar ketika para delegasi Indonesia yang dikirim ke KAI selama proses negosiasi tertangkap oleh pihak berwenang karena mencoba membocorkan teknologi.

Setelah negosiasi berkelanjutan yang dipimpin pemerintah, kesepakatan pembagian biaya sebesar 600 miliar won akhirnya diselesaikan pada Juni tahun lalu. Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea bahkan berpartisipasi dalam pameran pertahanan “Indo Defence Expo & Forum” yang diadakan di Jakarta di bulan yang sama dan menandatangani “Amandemen Perjanjian Dasar tentang Pengembangan Bersama KF-21” dengan pemerintah Indonesia. Negosiasi kemudian menjadi semakin intensif pada bulan Oktober, ketika Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup selama KTT APEC. 

Pengembangan KF-21 sendiri dimulai pada tahun 2015 untuk menggantikan pesawat tempur F-4 dan F-5 milik Angkatan Udara Korea Selatan yang sudah tua. Produksi batch pertama KF-21 akan dimulai pada paruh kedua tahun ini, dengan total 40 pesawat yang akan dikirimkan ke Angkatan Udara hingga tahun 2028.

Related

Hana Bank Dukung Pendidikan Siswa Jakarta Indonesia Korean School Lewat Beasiswa Senilai Rp100 Juta!

terkinni.id – Sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi akademik siswa...

Platform K-Beauty Kelph Buka Store Terbesar di Jakarta!

terkinni.id – Platform kecantikan asal Korea Selatan, Kelph, mengumumkan...

NK Global Holdings Upayakan Peningkatan Kualitas Tenaga Medis Indonesia

terkinni.id – NK Global Holdings, sebuah perusahaan manajemen layanan...

Indonesia–Korsel Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan

terkinni.id – Membuka tahun 2026, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran...