March3 , 2026

Kerja Sama Pengelolaan Limbah Lewat Sistem ‘Clean House’ ala Jeju di Bontang

Share

terkinni.id – Pemerintah Provinsi Jeju mengumumkan pada Selasa (23/9) bahwa mereka menandatangani perjanjian bisnis dengan Universitas Nasional Jeju untuk melaksanakan proyek “Pengelolaan Terpadu Sampah dan Pembangunan Sistem Daur Ulang Sumber Daya di Kota Bontang, Indonesia”.

Proyek ini terpilih dalam program Bantuan Pembangunan Luar Negeri (ODA) yang diselenggarakan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Melalui proyek ini, sistem ‘Clean House’ Jeju akan diperkenalkan di Kota Bontang. Hal ini menandai titik awal dari perluasan sistem manajemen lingkungan canggih ke pasar internasional.

Proyek ini akan dilaksanakan selama lima tahun, mulai tahun ini hingga 2030, dengan total anggaran sebesar 12,8 miliar won (9,9 juta dolar AS).

Adapun perencanaan proyek ini mencakup perbaikan pengelolaan limbah secara komprehensif, termasuk pengenalan sistem pemisahan limbah ‘Clean House’ ala Jeju, pembangunan fasilitas biogas dari limbah makanan, dan pemasangan fasilitas pemilahan sumber daya daur ulang.

Berdasarkan perjanjian ini, Provinsi Jeju akan menerapkan pengalaman administratif dan keahlian lapangan dalam pengelolaan sampah, sementara Universitas Nasional Jeju akan mendukung implementasi proyek sistematis dengan keahlian akademis dan kemampuan risetnya. Selain dukungan fasilitas, keduanya juga berencana untuk menyelenggarakan program pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pejabat, teknisi, dan warga Kota Bontang.

Kapasitas pembuangan sampah di Bontang sendiri diperkirakan akan mencapai batas maksimal dalam empat tahun. Akan tetapi, berdasarkan pedoman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, perluasan metode pembuangan sampah dan pembangunan fasilitas baru dilarang hingga tahun 2030 sehingga alternatif pengelolaan sampah perlu diperhatikan dan menjadi hal yang cukup mendesak.

Pemerintah Jeju dan Universitas Nasional Jeju sampai saat ini telah giat bekerja sama dalam proses persiapan, termasuk mengusulkan sistem pengelolaan sampah canggih seperti sistem Clean House Jeju dan melakukan survei lapangan, untuk menyelesaikan masalah sampah di Kota Bontang.

Keduanya telah mengajukan proposal bisnis melalui United Cities and Local Governments (UCLG) dan berpartisipasi dalam tender sejak Maret 2023. Mereka juga membentuk tim survei bersama untuk menganalisis kondisi lingkungan Kota Bontang dan merumuskan rencana proyek optimal.

Gubernur Oh Young-hoon mengatakan, “Kita harus bekerja sama untuk memastikan proyek ini berjalan lancar berdasarkan kemampuan dan kerja sama gabungan kedua lembaga,” dan menambahkan, “Saya berharap ini akan menjadi contoh kerja sama pembangunan internasional.”

Sementara itu, sistem ‘Clean House’ Jeju sendiri telah diterapkan sejak tahun 2006 silam.

Related

Belajar Peduli Sesama dan Lingkungan Hidup, KB Life Kirim Relawan ke Jakarta!

terkinni.id – KB Life mengumumkan pada Selasa (3/3) bahwa...

Penyanyi Uhm Jung Hwa Bagikan Momen Surf Trip sekaligus Liburan di Lombok!

terkinni.id – Melalui akun Instagram pribadinya, penyanyi sekaligus aktris...

Bang Chan Stray Kids Rekomendasikan Lagu Hindia “everything u are” Lewat Bubble-nya

terkinni.id – Melalui aplikasi chat Bubble-nya, Bang Chan Stray...

Live dari Jakarta, Lisa BLACKPINK Sebut Sate Jadi Makanan Indonesia Favoritnya

terkinni.id – Pada Sabtu (28/2) lalu, Lisa menyapa penggemar...

Persijap Jepara Sambut Yoo Jae Hoon sebagai Pelatih Kiper Baru!

terkinni.id – Manajemen Persijap Jepara melakukan gebrakan baru untuk...