April5 , 2026

Menpar RI: K-Pop dan K-Food sebagai Daya Tarik Pengembangan Pariwisata Indonesia

Share

terkinni.id – Dalam pidatonya pada acara ‘Wonderful Indonesia Business Matching’, Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan rencana memanfaatkan daya tarik K-Pop dan K-Food untuk mengembangkan industri pariwisata Indonesia. 

Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang aktif memanfaatkan Korean Wave dalam industri pariwisatanya dan mengatakan, “Dengan menggelar konser idola K-pop seperti BLACKPINK, BTS, dan NCT, kami menarik wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” serta “Kami akan melanjutkan strategi ini dan secara aktif memanfaatkan pengaruh global K-pop.”

Selain K-Pop, industri kuliner juga berkontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata Indonesia. Menpar Widiyanti Putri menyatakan, “Dengan memanfaatkan popularitas K-Food, kami berencana mengembangkan program untuk mengenalkan kuliner tradisional Indonesia secara global. Kami telah mengembangkan program Sarasa melalui kerja sama dengan kementerian.” Beliau menambahkan, “Program ini telah diterapkan di kota-kota seperti New York, London, dan Inggris untuk mengglobalkan makanan Indonesia seperti nasi goreng.” 

Menteri Widiyanti Putri juga mengumumkan rencana untuk secara aktif mengundang wisatawan Korea. Beliau menyatakan, “Kami akan meningkatkan jumlah kursi penerbangan dari Korea, yang saat ini mencapai 695.000 per tahun, dan memperluas rute baru ke destinasi wisata yang sedang berkembang seperti Yogyakarta dan Manado.” 

Adapun sejak bulan Januari hingga Juli tahun ini, sebanyak 280.000 wisatawan Korea telah mengunjungi Indonesia, menempati peringkat ke-7 di antara seluruh wisatawan mancanegara.

Pemerintah Indonesia sendiri menjadikan industri pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dan menetapkan target untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing menjadi 23,5 juta orang hingga tahun 2029. Selain Bali dan Jakarta, 13 destinasi wisata baru dikembangkan, diikuti dengan pembangunan bandara di setiap wilayah untuk meningkatkan aksesibilitas secara signifikan. Menteri Widiyanti Putri mengatakan, “Selama pandemi COVID-19, jumlah bandara internasional berkurang menjadi 17, namun kini telah dibuka kembali menjadi 36 bandara. Kami juga menciptakan kawasan khusus pariwisata dan memberikan insentif pajak seperti pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi fasilitas yang berinvestasi di kawasan tersebut.”

Lebih lanjut, Indonesia berencana memperkuat pariwisata yang menargetkan wisatawan VIP. Sehubungan dengan hal tersebut, maka bidang-bidang seperti kesehatan, kuliner, dan pariwisata maritim akan lebih difokuskan.

Related

Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Korea Selatan di Era Baru

terkinni.id – Tahun 2026 menandai peringatan 53 tahun hubungan...

Kementerian Kehutanan Korea dan Indonesia Sepakati Kerja Sama Atasi Krisis Iklim

terkinni.id – Dinas Kehutanan Korea telah memperluas kerja sama...

Berkunjung saat Hari Raya Nyepi, Seulgi Red Velvet Bagikan Momen Free Time di Bali!

terkinni.id – Melalui akun Instagram pribadinya, Seulgi Red Velvet...

Kembangkan Bisnis Energi Terbarukan, LX International Gandeng PLN Indonesia Power

terkinni.id – LX International mengumumkan bahwa CEO Koo Hyek...

Korea Selatan-Indonesia Resmi Luncurkan Opsi Pembayaran QRIS!

terkinni.id – Pada Rabu (1/4), Bank of Korea mengumumkan...