March10 , 2026

‘Wonderful Indonesia Business Matching’ Sukses Diselenggarakan di Seoul

Share

terkinni.id Pada Senin (8/9), acara ‘Wonderful Indonesia Business Matching’ telah diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Hotel Four Seasons, Seoul.

Acara ini dihadiri Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana; Duta Besar Indonesia untuk Korea, Cecep Herawan; dan Direktur Jenderal Biro Kebijakan Pariwisata Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Kim Jeong-hoon.

Selain itu, sekitar 100 perusahaan besar yang  bergerak di sektor pariwisata dan investasi dari kedua negara ikut berkumpul untuk berbagi informasi terkini tentang industri pariwisata satu sama lain dan melakukan business networking.

Kegiatan dalam acara ini terdiri atas sesi Pertemuan Investasi Pariwisata (sesi pagi), yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara proyek-proyek industri pariwisata utama Indonesia dan perusahaan-perusahaan investasi dan pariwisata terkemuka Korea, serta sesi Business Matching 1:1 (sesi sore) antara perusahaan-perusahaan pariwisata utama dari kedua negara.

Pada sesi Pertemuan Investasi Pariwisata, diperkenalkan 11 proyek industri pariwisata yang tengah dikerjakan oleh 8 organisasi dan perusahaan pariwisata besar Indonesia, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten, dan Malang Health Tourism.

Sesi ini dihadiri oleh sekitar 20 perusahaan besar Korea yang mensponsori acara tersebut, seperti SK Securities, Hotel Shilla, Hotel Lotte, Mastern Investment Management, Capstone Asset Management, CHA Healthcare, Eastar Jet, dan Daewoong Development.

Kemudian, pada sesi Business Matching, sebanyak 13 perusahaan pariwisata besar Indonesia, seperti Garuda Indonesia, Komaneka Resort, dan Paradise Villa Bali, serta sekitar 60 perusahaan pariwisata besar Korea, seperti Yeogi Eottae, Hana Tour, Paradise Asia, dan Bomun World Travel, menggelar pertemuan empat mata guna membahas rencana kerja sama.

Kementerian Pariwisata Indonesia juga mengadakan konferensi pers sebelum sesi Business Matching dan meluangkan waktu untuk menjelaskan tren terkini dari pariwisata atau travel di Indonesia.

Adapun tren yang diperkenalkan Indonesia ke pasar Korea meliputi: Clean Tourism atau Gerakan Wisata Bersih, yang berfokus pada kebersihan, kehigienisan, dan keberlanjutan; Tourism 5.0, yang menghubungkan teknologi besar dan teknologi imersif dengan industri MICE; dan Luxury Tourism, yang menargetkan resor premium ramah lingkungan, wellness tourism, dan pengalaman budaya kelas atas.

Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, dalam pidatonya menekankan bahwa “Sektor pariwisata Indonesia berfokus pada desa wisata dan pariwisata ramah lingkungan, digital, dan kelas atas,” dan bahwa “Acara ini akan menjadi peluang penting untuk memperkuat kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Korea serta membangun kemitraan untuk pertumbuhan berkelanjutan.”

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, juga mendukung pernyataan tersebut serta menyatakan, “Pariwisata merupakan mata rantai penting dalam memperkuat kemitraan kedua negara,” dan menekankan, “Acara hari ini merupakan kesempatan bagi kedua negara untuk semakin mempererat hubungan mereka sebagai mitra investasi. Kita harus berupaya untuk mendorong pertukaran antarmasyarakat.”

Sementara itu, Kim Jeong-hoon, Direktur Jenderal Biro Kebijakan Pariwisata Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, mengatakan dalam sambutannya, “Korea dan Indonesia merupakan mitra pariwisata yang penting bagi satu sama lain.” Ia menambahkan, “Karena acara ini mempertemukan banyak perusahaan besar Indonesia, saya menantikan hasil nyata dari kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan Korea. Saya berharap ini akan menjadi kesempatan untuk menciptakan model baru yang sukses bagi pertumbuhan bersama industri pariwisata Korea dan Indonesia.”

Pada hari yang sama, Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardana, juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Choi Hwi-young, di National Museum of Modern and Contemporary Art, Seoul, untuk membahas kerja sama di sektor pariwisata kedua negara.

Related