terkinni.id – HYBE mengungkapkan bahwa sejumlah dokumen internal dan data pribadi telah bocor akibat akses tidak sah terhadap sistem perusahaan. Melalui pernyataan resmi pada 2 November, HYBE menjelaskan bahwa insiden tersebut ditemukan saat pemeriksaan keamanan internal. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap adanya akses tidak sah dengan metode serupa pada kedua sistem tersebut.
Kebocoran terjadi dalam dua periode, yakni 12–13 September dan 3–5 Oktober 2026. Data yang bocor mencakup informasi pribadi karyawan aktif, mantan karyawan, serta pihak yang terkait dengan perusahaan mitra.
Informasi yang terdampak meliputi nama, nomor identitas kependudukan, nomor paspor, rekening bank, kartu, nomor telepon, alamat, informasi medis, hingga data kepegawaian. Jenis informasi yang bocor berbeda pada setiap individu. HYBE menyatakan telah memberikan pemberitahuan langsung kepada pihak yang terdampak.

HYBE menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya telah memblokir alamat IP serta jalur akses yang digunakan dalam serangan. Perusahaan juga telah melaporkan kejadian ini kepada Korea Internet & Security Agency (KISA) dan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi.
Hingga saat ini, belum ada laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi. Meski demikian, HYBE mengimbau masyarakat untuk mewaspadai upaya penipuan yang mengatasnamakan perusahaan serta menghindari email dan tautan mencurigakan.
HYBE menambahkan bahwa korban dapat mengajukan tuntutan ganti rugi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Perusahaan juga berjanji memperketat pengendalian akses dan pemantauan keamanan guna mencegah terulangnya insiden serupa.
HYBE diketahui menaungi sejumlah grup K-Pop ternama, termasuk BTS, SEVENTEEN, TXT, ENHYPEN, dan LE SSERAFIM.



