terkinni.id – Hiu hitam yang dijuluki ‘Bukangi’ kembali menjadi perhatian setelah keberadaannya tidak terpantau selama dua hari di perairan Busan, Korea Selatan. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan, hiu tersebut terakhir kali terlihat di sekitar dermaga Pelabuhan Internasional Busan pada 26 Oktober. Namun, hingga Rabu (28/10), keberadaannya masih belum berhasil ditemukan meski pencarian telah dilakukan di sekitar perairan tersebut.
Menyadari hal ini, Bukangi diduga telah kembali ke laut lepas. Meskipun demikian, pihak berwenang belum dapat memastikan pergerakannya karena hiu tersebut tidak dilengkapi alat pelacak biologis. Ada pula kekhawatiran bahwa Bukangi mungkin kembali ke lokasi semula, mengingat pernah terjadi kasus hiu paus yang kembali ke pelabuhan buatan di Abu Dhabi hanya 48 jam setelah dipindahkan ke laut lepas.

Adapun hiu betina dengan panjang sekitar 3 meter ini pertama kali ditemukan di perairan buatan Busan North Port Waterfront Park pada 18 September. Pemerintah sempat melakukan tiga kali upaya untuk mengarahkannya keluar menuju laut lepas menggunakan pompa air dan jaring. Namun, setelah upaya ketiga pada 21 September, Bukangi justru kembali masuk ke area perairan melalui jaring pembatas. Pihak berwenang kemudian menghentikan upaya tersebut dan memilih menunggu hingga hiu itu keluar dengan sendirinya.
Keberadaan Bukangi sempat menarik perhatian besar masyarakat. Sejak 19 September hingga 11 Oktober, jumlah pengunjung yang datang untuk melihatnya tercatat mencapai lebih dari 1,29 juta orang. Meski menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari perilaku hiu, pemasangan alat pelacak dinilai berpotensi memicu respons negatif dari masyarakat yang mengikuti keberadaan Bukangi. Hingga kini, pihak berwenang masih belum dapat memastikan lokasi maupun jalur pergerakan hiu tersebut.



