terkinni.id – International St. Mary’s Hospital yang berada di bawah Catholic Kwandong University, Korea Selatan, menggelar pertemuan laporan hasil uji coba teknologi kesehatan digital antara Korea Selatan dan Indonesia dengan mengundang tenaga medis Indonesia pada Selasa (27/10) lalu. Program ini merupakan bagian dari proyek dukungan ekspansi sistem medis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT) ke luar negeri yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan bersama Korea Health Industry Development Institute (KHIDI).
Sejak terpilih sebagai peserta program pada April lalu, International St. Mary’s Hospital bekerja sama dengan perusahaan teknologi medis berbasis kecerdasan buatan (AI), Waysen dan Maninblock, untuk menguji penerapan teknologi kesehatan digital di Indonesia. Proyek ini kemudian dilakukan bersama Rumah Sakit Pura Raharja, mencakup layanan konsultasi medis jarak jauh dan penerapan sistem wawancara medis berbasis AI berbahasa Indonesia serta layanan skrining mandiri gangguan pernapasan bernama Waymed Cough.
Dalam uji coba tersebut, tim aliansi lalu melaksanakan layanan telemedis terhadap 114 pasien Indonesia dengan melibatkan dokter spesialis Korea Selatan dan tenaga medis setempat. Selain itu, Waymed Cough digunakan untuk menganalisis suara batuk dari 100 pasien. Berdasarkan hasil pengujian, aliansi menyatakan kedua platform tersebut menunjukkan potensi untuk diterapkan dalam lingkungan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Selain membahas teknologi kesehatan digital, International St. Mary’s Hospital juga menjajaki kerja sama di bidang kardiologi bersama Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo (RSUD dr. Soetomo), Universitas Airlangga. Diskusi tersebut mencakup peluang program international fellowship bagi dokter, pertukaran tenaga medis, penelitian bersama, serta kolaborasi klinis. Profesor Choi Seonghwa dari departemen kardiologi rumah sakit Korea pun turut memperkenalkan sistem pelayanan kardiovaskular dan program pelatihan medis yang dimiliki institusinya.
Lebih lanjut, Direktur sekaligus Kepala International St. Mary’s Hospital, Pastor Ko Donghyun, menyampaikan bahwa proyek ini memberikan kesempatan untuk mengevaluasi potensi penggunaan teknologi kesehatan digital di Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penerapan teknologi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi medis yang berkelanjutan, termasuk melalui program pelatihan tenaga kesehatan dan pertukaran keahlian antara kedua negara.



