October20 , 2026

Data Pelanggan Hollys Bocor, Keamanan Sektor Ritel Korea Kembali Disorot

Share

terkinni.id – Kebocoran data pelanggan jaringan kedai kopi Hollys kembali menyoroti lemahnya keamanan informasi di sektor ritel Korea Selatan. Insiden serupa terus berulang setelah menimpa GS Retail, Coupang, layanan pengiriman paket CU, dan platform fashion 29CM.

Hollys memberi tahu pelanggan pada 18 Oktober bahwa akses tanpa izin terjadi antara 3 September dan 7 Oktober. Data yang bocor mencakup nama pengguna, kata sandi, nama lengkap, tanggal lahir, nomor telepon, alamat, dan surel milik pelanggan yang mendaftar sebelum 11 Februari 2020.

Perusahaan belum mengungkap jumlah pelanggan terdampak maupun apakah data tersebut telah disalahgunakan. Pelanggan diminta mengganti kata sandi akun Hollys serta layanan lain yang menggunakan kombinasi nama pengguna dan kata sandi serupa.

Perusahaan ritel menjadi sasaran peretas karena menyimpan banyak data terkini untuk keperluan pembayaran dan pengiriman. Namun, sistem perlindungannya dinilai belum memadai, termasuk dalam mendeteksi akses mencurigakan dan mengelola data pelanggan lama.

Data yang sudah bocor juga dapat digunakan untuk serangan berikutnya. Dalam kasus GS Retail, peretas mencoba masuk secara massal menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang diperoleh dari sumber lain, metode yang dikenal sebagai credential stuffing.

Sanksi kini diperketat. Sejak 11 September, kebocoran serius atau berulang dapat dikenai denda hingga 10% dari pendapatan perusahaan. Pelaku industri menekankan pentingnya mendeteksi ancaman dengan cepat dan menghapus data pelanggan yang tidak lagi digunakan. Konsumen juga diminta menggunakan kata sandi berbeda untuk setiap layanan agar risiko kebocoran berantai berkurang.

Related