terkinni.id – Aktris Ha Young secara pribadi menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi terkait sejarah keluarganya.
Pada Rabu (12/8), Ha Young mengunggah surat tulisan tangan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan penyesalan setelah mengetahui lebih jauh mengenai aktivitas pro-Jepang yang dilakukan kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, pada masa pendudukan Jepang di Korea.
Ha Young mengaku sebelumnya hanya mengetahui kisah kehidupan kakek buyutnya berdasarkan cerita yang diwariskan keluarganya. Karena itu, ia sempat membicarakannya dalam berbagai kesempatan sebagai bagian dari kebanggaan keluarga tanpa memahami keseluruhan sejarahnya.
Setelah kontroversi muncul, Ha Young mengatakan bahwa ia mencari dan mempelajari sendiri berbagai materi terkait sejarah keluarganya hingga mengetahui mengenai aktivitas pro-Jepang Ahn Sang Ho. Ia pun menyesali sikapnya yang sebelumnya membicarakan sejarah keluarga dengan ringan tanpa memahami secara mendalam sejarah kelam Korea pada masa pendudukan Jepang.
Ha Young juga menyinggung pernyataan awal agensinya yang menyebut laporan mengenai aktivitas pro-Jepang tersebut “tidak berdasar.” Ia mengakui bahwa dirinya sendiri belum mengetahui fakta secara pasti ketika kontroversi pertama kali muncul, sehingga pernyataan tersebut dapat dikeluarkan tanpa verifikasi yang memadai.
Ia meminta maaf karena hal tersebut justru menimbulkan kebingungan dan luka yang lebih besar, sekaligus menjelaskan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk menyusun permintaan maaf karena merasa sangat terbebani dengan situasi tersebut.
Ha Young menegaskan bahwa ketidaktahuannya tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan atau menganggap remeh sejarah tersebut. Sebagai keturunan Ahn Sang Ho, ia menyampaikan permintaan maaf dengan tulus dan berjanji untuk mempelajari sejarah keluarganya serta periode tersebut secara lebih mendalam.
Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam membicarakan sejarah di masa mendatang dan menunjukkan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan serta orang-orang yang telah berkontribusi bagi kemerdekaan dan kesejahteraan Korea, bukan hanya melalui perkataan tetapi juga tindakan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan menjelang Hari Kemerdekaan Korea (Gwangbokjeol) yang diperingati setiap 15 Agustus.


