terkinni.id – Petisi untuk menghapus drama “Perfect Crown” dari platform OTT resmi menembus 50 ribu tanda tangan hanya dalam waktu empat hari, membuat kasusnya kini masuk ke tahap pembahasan di parlemen Korea Selatan.
Kontroversi muncul setelah banyak netizen Korea menilai meskipun drama tersebut memiliki latar fiksi, sejumlah elemen seperti kostum, tata krama, hingga istilah yang digunakan dianggap terlalu menyerupai budaya China.
Banyak warganet mengaitkan isu ini dengan kontroversi “dongbuk gongjeong” atau dugaan cultural claim China terhadap budaya Korea. Mereka khawatir penonton internasional dapat salah memahami identitas budaya Korea yang ditampilkan dalam drama tersebut.
Kasus “Perfect Crown” pun langsung dibandingkan dengan kontroversi drama Joseon Exorcist pada 2021 lalu. Saat itu, drama tersebut mendapat kritik besar terkait distorsi sejarah dan unsur budaya China hingga sponsor menarik dukungan, menyebabkan penayangannya dihentikan hanya setelah dua episode.
Tekanan terhadap “Perfect Crown” kini semakin besar setelah pemerintah Korea ikut turun tangan. Drama tersebut diketahui sempat menerima bantuan dana produksi dari lembaga konten Korea, sehingga kementerian budaya kini tengah meninjau kemungkinan pencabutan dukungan pendanaan tersebut.


