terkinni.id – Pada 22 Juli lalu, Yayasan Lotte telah menyelenggarakan ‘Upacara Penghargaan Beasiswa Global Lotte Shin Kyuk-ho 2026’ di Lotte Mall Jakarta dan memberikan total beasiswa sebesar $45.000 (sekitar 70 juta won atau 882 juta rupiah) kepada 50 mahasiswa lokal.
Program beasiswa sendiri ini diperkenalkan pada tahun 2008 untuk membantu individu berbakat dari ASEAN dan Asia Tenggara dalam mengatasi hambatan ekonomi dan agar mampu tumbuh menjadi pemimpin global. Indonesia kemudian telah menjadi bagian dari penerima dukungan sejak tahun 2009.
Tahun ini, sebanyak 50 mahasiswa terpilih, dengan lima siswa dari masing-masing 10 universitas terbaik di Jakarta. Proses seleksi ini mempertimbangkan keadilan, kesetaraan, dan prestasi. Mereka akan menerima beasiswa sebesar $450 per semester, atau $900 per tahun.

Ketua Jang Hyeseon menyatakan, “Mengacu pada hubungan jangka panjang kami dengan Indonesia, alasan yayasan mendukung para siswa adalah harapan agar mereka tumbuh menjadi pemimpin global dan kami dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kedua negara.”
la juga mengatakan, “Sama seperti almarhum Ketua Kehormatan Lotte Group, Shin Kyuk-ho, yang berperan dalam menghubungkan Jepang dan Korea, saya berharap para siswa dapat tumbuh menjadi talenta yang menghubungkan Lotte dan Indonesia, dan lebih jauh lagi, Korea dan Indonesia.”
Kemudian pada 23 Juli, ‘Upacara Pengiriman Proyek Dukungan Barang Shin Kyuk-ho Lotte Indonesia 2026’ juga berlangsung di SD Budi Wanita Pagi-Petang, Jakarta. Yayasan Lotte mengumumkan, “Bekerja sama dengan Lotte Mall Indonesia, kami memberikan dukungan senilai 45 juta won untuk meningkatkan lingkungan pendidikan di enam sekolah dasar di wilayah Jakarta.” Dengan demikian, dana hibah tersebut rencananya akan digunakan untuk mengganti peralatan yang sudah usang seperti papan tulis dan meja/kursi, serta untuk merenovasi kamar mandi.

Dimulai pada tahun 2017, proyek ini dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar di Jakarta. Pada awalnya, fokus program ini adalah membangun perpustakaan sekolah, tetapi setelah survei lapangan menunjukkan bahwa peralatan sekolah banyak yang usang dan kondisi kamar mandi pun buruk, fokusnya bergeser ke penggantian peralatan dan renovasi kamar mandi sejak tahun 2025. Ketua Jang Hyeseon mengatakan, “Sangat penting untuk menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa.”
Secara khusus, dengan menyatakan bahwa ia “terkejut dengan kondisi toilet sekolah yang bobrok,” ia mengatakan, “tahun ini, kami berencana untuk melanjutkan renovasi toilet serta menyediakan peralatan belajar.” Ketua Jang menambahkan, “Saya berharap para siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih baik dan tumbuh menjadi pemimpin bagi masa depan Indonesia.”



