terkinni.id – Usai diputar perdana pada 1 Mei lalu, film horor Korea “Salmokji: Whispering Water” dilaporkan mencatat jumlah penonton kumulatif hingga sekitar 314.000 hanya dalam waktu tiga hari saja di Indonesia.
Menurut data bioskop dan distribusi lokal, “Salmokji” telah menarik sekitar 139.000 penonton pada hari pertama penayangannya. Angka ini melampaui jumlah penonton pada hari pertama perilisannya di Korea (sekitar 89.000). Tiga hari kemudian, jumlah penonton meningkat pesat, mencapai 300.000 dalam waktu singkat.
Hasil ini membuktikan bahwa film horor tersebut sukses menggaet masyarakat Indonesia dan patut masuk dalam box office lokal, terlebih dengan respons yang tidak kalah luar biasa jika disandingkan dengan performa debutnya di Korea.
Beberapa bioskop di Jakarta bahkan menjadwalkan pemutaran tambahan sebagai respons antusias penonton. Berbagai ulasan dan reaksi juga menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.
Adapun di kawasan Asia Tenggara lainnya, seperti di Vietnam, film ini langsung masuk peringkat teratas box office setelah dirilis, dan penayangannya pun meluas di Thailand, Taiwan, dan negara-negara lainnya.
Para pelaku industri film menyebut kombinasi struktur naratif horor ala Korea dan unsur budaya lokal menjadi faktor pendukung kesuksesan “Salmokji,” diikuti keterlibatan penonton lokal. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa struktur naratif, yang didasarkan pada perdukunan dan cerita hantu, beresonansi dengan sentimen beberapa budaya Asia Tenggara sehingga berkontribusi pada kesuksesan film tersebut.


