terkinni.id – REMEDI, provider solusi X-ray asal Korea Selatan, mengumumkan pada Kamis (30/4) bahwa pihaknya telah menandatangani MOU dengan Indonesian Association of Hospital Engineering (KMN/IAHE). IAHE sendiri merupakan lembaga pemerintah di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Terdiri atas pejabat KMN/IAHE dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), sebanyak 12 delegasi—termasuk Presiden IAHE Eko Supriyanto—telah mengunjungi kantor pusat dan pabrik REMEDI di Chuncheon pada 29 April lalu untuk memantau fasilitas, proses produksi, serta menandatangani MOU ini.
Adapun perjanjian ini mencakup berbagai upaya kerja sama, seperti dalam produksi lokal dan prosedur sertifikasi untuk mikro-rontgen REMEDI di Indonesia, pengintegrasian sistem mikro-rontgen berbasis AI dalam pemeriksaan kesehatan dan sistem penggantian biaya asuransi, dukungan untuk pemberantasan tuberkulosis nasional di daerah kepulauan dan pegunungan, serta pengoperasian program pelatihan khusus untuk ahli radiografi dan teknisi lokal.
Melalui perjanjian ini pula, kedua lembaga berencana berpartisipasi dalam tender yang diselenggarakan oleh Kemenkes Indonesia terkait pengadaan perangkat X-ray untuk diagnosis tuberkulosis serta menjajaki pendirian pabrik produksi di Indonesia.
Jika perangkat X-ray ultra-compact ‘REMEX-KA6’ buatan REMEDI terpilih dalam tender ini di masa mendatang, alat medis tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada pemberantasan tuberkulosis, yang saat ini menjadi kebijakan kesehatan utama pemerintah Indonesia.
“Kami mengundang para pemimpin di sektor kesehatan Indonesia ke kantor pusat kami untuk memperkenalkan perusahaan dan produk kami, serta memantau fasilitas dan proses produksi kami,” kata Irena, penasihat teknis dan pendiri REMEDI. “Kami akan bekerja sama untuk memastikan REMEX-KA6 dapat diadopsi sebagai perangkat skrining tuberkulosis di Indonesia, dan lebih lanjut lagi, kami akan berupaya untuk memungkinkan produksi produk di pabrik lokal Indonesia.”


