terkinni.id – Daegu Health College (DHC) mengumumkan pada Senin (20/4) bahwa mereka telah menegaskan kembali daya saing model pendidikan luar negerinya dengan menerima nilai tertinggi selama beberapa tahun berturut-turut dalam evaluasi proyek kerja sama internasional (ODA) Kementerian Pendidikan.
Dalam hasil evaluasi tahap kedua Proyek Dukungan untuk Membangun Universitas Unggulan ODA yang dirilis hari ini, DHC mempertahankan nilai sangat baik (A) pada tahap kedua. Tujuan proyek ini sendiri adalah untuk meningkatkan sistem pendidikan tinggi di negara berkembang berdasarkan kemampuan universitas Korea.
DHC telah membuktikan kelancaran operasional mereka sejak menjadi perguruan tinggi junior pertama yang berpartisipasi dalam proyek ini. Mereka memilih Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II (Poltekkes Jakarta II) sebagai mitra kerja sama untuk membangun landasan kerja sama pendidikan. Kerja sama ini berhasil menjadi dukungan yang sangat signifikan seiring dengan angka tenaga kerja dan sistem pendidikan di bidang kedokteran gigi lokal yang kian berkurang.
Lewat proyek ini pula, DHC berhasil mendirikan pusat laboratorium gigi digital lokal, merombak kurikulum, hingga mendirikan yayasan institusional dengan perizinan dari Kementerian Kesehatan RI.
Pada fase selanjutnya, DHC kemudian berfokus pada hasil nyata, yakni dengan mengembangkan langsung buku teks pembelajaran utama, melakukan pelatihan peningkatan kapasitas untuk fakultas lokal, dan menyebarluaskan konten pendidikan K-Dental.
Saat ini, DHC tengah memasuki Fase 3 dan berencana untuk mengupayakan persetujuan pendirian program sarjana serta memberikan dukungan tambahan bagi peralatan pendidikan.


