terkinni.id – Transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas tenaga medis Indonesia dalam layanan bidang transplantasi hati terus diperkuat melalui kolaborasi internasional, salah satunya lewat kerja sama RSUP Fatmawati dan Seoul National University Hospital (SNUH) dalam pelaksanaan transplantasi hati ketiga pada 9 April lalu.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, pun menekankan pentingnya kolaborasi global guna percepatan pengembangan layanan.
“Kolaborasi dengan mitra internasional memungkinkan terjadinya transfer knowledge dan skill sehingga ke depan Indonesia dapat mandiri dalam layanan transplantasi organ,” ujarnya pada konferensi pers yang dilaksanakan di RSUP Fatmawati pada Jumat (10/4).
Adapun Prof. Lee Kwang Woong dari SNUH menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan tim di RSUP Fatmawati. Ia mengatakan, “Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan lebih dari 2.000 transplantasi hati, saya melihat progres yang sangat baik di sini. Tim menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan.”
Ia juga menilai bahwa pendekatan yang dilakukan sudah sistematis dengan menambahkan, “Program ini berjalan dengan baik, mulai dari pelatihan hingga implementasi kasus. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ke tahap yang lebih maju.”
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat mempercepat pengembangan pusat-pusat transplantasi di berbagai daerah. Tidak sampai di situ, kerja sama internasional ini diharapkan dapat terus berlanjut guna meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien di Indonesia.


