April7 , 2026

Universitas Hyejeon & Universitas Sari Mutiara Perkuat Kerja Sama Internasional di Bidang Kesehatan, Kesejahteraan, dan K-Food

Share

terkinni.id – Mendampingi Presiden Indonesia dalam kunjungan kenegaraan ke Korea sebagai bagian dari delegasi ekonomi, Parlindungan Purba selaku Ketua Dewan Direksi Universitas Sari Mutiara (Medan) diketahui mengunjungi Universitas Hyejeon untuk membahas rencana kerja sama lanjutan, menyusul penandatanganan perjanjian kerja sama pendidikan antara kedua universitas pada Januari lalu.

Adapun perjanjian tersebut diupayakan untuk memperkuat kerja sama pendidikan global yang mencakup kesehatan, kesejahteraan sosial, dan K-Food.

Pada kuliah khusus yang diadakan di Aula Kreatif Universitas Hyejeon pada Kamis (2/4), dipresentasikan road map kerja sama konkret antara kedua universitas dengan tema ‘Sinergi Pendidikan Indonesia-Korea: Peluang dan Tantangan’. Kedua universitas sepakat untuk mengejar kolaborasi strategis yang menghubungkan isu-isu masyarakat lansia Korea dengan kebutuhan Indonesia akan pendidikan khusus, dan berencana memperkenalkan ‘Program Pelatihan Pengasuh 3+1’ yang berorientasi pada praktik.

Program ini berencana dijalankan dengan mengharuskan peserta menyelesaikan tiga tahun pendidikan dasar keperawatan dan bahasa Korea di Indonesia, diikuti dengan satu tahun pendidikan khusus di bidang kesejahteraan lansia dan praktik klinis di Universitas Hyejeon. Lebih lanjut, pendidikan sistematis pun diharapkan dapat diberikan sesuai dengan pedoman pemerintah Korea dalam melatih pengasuh asing.

Selain pertukaran di bidang pendidikan dan kesehatan, kerja sama melalui budaya kuliner juga dibentuk lewat kesepakatan menyelenggarakan ‘Kompetisi Makanan Lokal & K-Food’ di Medan, Indonesia, pada Juli 2026 mendatang. Kompetisi ini diharapkan dapat memperluas cakupan budaya kuliner kedua negara dengan menggabungkan teknik memasak K-Food dengan bahan-bahan lokal Indonesia, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen kuliner untuk melakukan pertukaran internasional secara praktis.

Ketua Parlindongan menekankan pula bahwa Korea dan Indonesia adalah mitra ekonomi dan budaya yang sangat dekat berdasarkan ‘Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA)’, dengan menyatakan, “Kami akan berperan sebagai jembatan untuk berkontribusi pada pembangunan sosial kedua negara dengan memperkuat kemampuan profesional di luar pertukaran akademis semata.”

Ke depannya, kedua universitas berencana membentuk tim kolaborasi untuk memulai pengembangan kurikulum khusus dan menormalisasi kunjungan serta pertukaran timbal balik antara mahasiswa dan fakultas guna melengkapi model kerja sama global.

Related

Konser di Jakarta, aespa Bagikan Momen Kulineran Selama di Hotel!

terkinni.id – Tampil di Jakarta dalam konser '2025-26 aespa...

Open Cyber University of Korea Terima 10 Mahasiswa Baru Asal Suku Cia-Cia!

terkinni.id – Open Cyber University of Korea (OCU) bertekad...

Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Korea Selatan di Era Baru

terkinni.id – Tahun 2026 menandai peringatan 53 tahun hubungan...

Kementerian Kehutanan Korea dan Indonesia Sepakati Kerja Sama Atasi Krisis Iklim

terkinni.id – Dinas Kehutanan Korea telah memperluas kerja sama...

Berkunjung saat Hari Raya Nyepi, Seulgi Red Velvet Bagikan Momen Free Time di Bali!

terkinni.id – Melalui akun Instagram pribadinya, Seulgi Red Velvet...