terkinni.id – Hubungan Indonesia dan Korea Selatan berkembang signifikan sejak 10 tahun terakhir. Kolaborasi terbangun tidak hanya di sektor perdagangan, investasi dan pertahanan, tapi meluas ke berbagai bidang strategis seperti transisi energi, pengembangan kendaraan listrik, kesehatan, teknologi digital, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan semakin komprehensif, saling menguntungkan dan berorientasi masa depan. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Repulik Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan, dalam wawancara eksklusif dengan Direktur The Korea Indonesia Center, Prof. Dr. Koh Young Hun.
Menurut Dubes Cecep, Indonesia dan Korea Selatan menyimpan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, sementara Korea Selatan memiliki keunggulan teknologi dan inovasi. Kolaborasi kedua negara juga tercermin dalam berbagai kerja sama ekonomi. Investasi Korea di Indonesia hingga triwulan ketiga 2025 mencapai 1.48 USD, membuat Korea Selatan menjadi investor terbesar ke-7 di Indonesia.
Di sisi lain, Indonesia juga mencatat poin positif dari hubungan dagang kedua negara, yang volumenya mencapai 13.33 miliar USD, dengan surplus sebesar 1.22 USD bagi Indonesia.
”Oleh karena itu, Korea adalah mitra tepat untuk mendukung transformasi perekonomian Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Dubes Cecep.
Lebih lanjut, Dubes Cecep menambahkan bahwa ada beberapa sektor yang dapat dikembangkan untuk kolaborasi kedua negara, di antaranya: sektor ketahanan pangan dan energi; ketahanan dan layanan kesehatan; infrastruktur; hilirisasi industri; hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
”Saya optimis, kemitraan kedua negara dapat saling mengungungkan bagi ekonomi kedua negara,” tandas Pak Dubes.


