terkinni.id – Pada 17 Januari lalu, Lembaga Penelitian Terpadu Well-Dying Universitas Konyang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan distribusi Indonesia PT. Katiga Ritel Strengindo untuk kerja sama internasional di bidang well-dying dan well-aging.
Perjanjian ini bertujuan untuk memanfaatkan keahlian dan infrastruktur kedua pihak dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan tentang kesehatan, perawatan, dan kualitas hidup masyarakat.
Lembaga Penelitian Terpadu Well-Dying Universitas Konyang sendiri berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, khususnya penelitian yang mencakup kehidupan dan kematian hingga program pendidikan bagi warga. Sementara itu, PT. Katiga Ritel Strengindo, sebagai organisasi mitra, dikenal mengoperasikan merek toko K3MART di Indonesia.
Melalui kesepakatan ini, kedua pihak berencana menjajaki kolaborasi di berbagai bidang, termasuk perencanaan pendidikan dan konten terkait well-dying dan well-aging, kontribusi sosial dan campaign lokal, serta pengembangan model kolaborasi akademis dan industri. Secara khusus, dengan menghubungkan ritel dan penelitian akademis, kerja sama ini diharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan budaya sosial yang sehat.
Kim Gwang Hwan, perwakilan lembaga penelitian, mengatakan, “Perjanjian ini merupakan kesempatan untuk memperluas nilai well-dying dan well-aging di luar wacana akademis, yakni ke komunitas luar negeri dan ruang kehidupan sehari-hari,” dan menambahkan, “Kami akan terus menyebarluaskan hasil penelitian secara sosial melalui kerja sama internasional, termasuk di Asia Tenggara.”
CEO PT. Katiga Ritel Strengindo, Kim Ki Yeok, menambahkan, “Dengan memanfaatkan infrastruktur distribusi yang dimiliki K3MART, kami berharap dapat memberikan nilai sosial yang bermakna dan menciptakan model kerja sama praktis di bidang pendidikan, budaya, hingga kesejahteraan.”


