January12 , 2026

Ikut SKS hingga Magang, Mahasiswa Sookmyung Women’s University Lakukan Program Pertukaran ke Universitas Udayana!

Share

terkinni.id – Sookmyung Women’s University mengumumkan pada Selasa (23/12) bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan “Program Pendidikan Berbasis Satuan Kredit Semester (SKS)”  selama 15 minggu di Universitas Udayana, Bali, Indonesia.

Program ini merupakan program akademik reguler yang memberikan kredit aktual sesuai dengan kebijakan nasional Indonesia dan telah dipromosikan sejak tahun lalu melalui kerja sama antara Sookmyung Women’s University Information Network Center dan Universitas Udayana.

Adapun program ini berfokus pada pengembangan kemampuan praktis dalam berwirausaha dan mencari pekerjaan yang dibutuhkan di bidang pertanian bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, sekaligus untuk memberikan kesadaran terkait kesetaraan gender dalam struktur pertanian tradisional. Kurikulum yang digunakan pun merupakan pembauran topik ‘wirausaha untuk pemecahan masalah di bidang pangan dan pertanian’ serta ‘pendidikan praktis berbasis AI’, diikuti dengan metode PBL (Project-Based Learning).

Sejak bulan September hingga Desember, Asia Pacific Women’s Information Network Center (APWINC) menyelenggarakan dua mata kuliah dengan tema ‘Pembuatan Situs Web Berbasis AI untuk Kewirausahaan dan Pemecahan Masalah di Bidang Pertanian’. Profesor Han Jun-hye dari Program Studi Global Service dan Profesor Jeong Jin-hyuk dari Program Studi Konvergensi Big Data Sookmyung Women’s University mengajar mata kuliah tersebut. Kemudian, sebanyak 29 mahasiswa dari Program Studi Teknik Pertanian (PS.TEP) Universitas Udayana ikut berpartisipasi.

Lebih lanjut, pendidikan ini juga terhubung dengan program internship di komunitas lokal, sehingga memberikan kesempatan bagi 18 mahasiswa pertukaran untuk melakukan praktik lapangan di perusahaan agribisnis dan pangan setempat. Para mahasiswa berpartisipasi dalam upaya perbaikan dan pengembangan produk usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal yang membutuhkan transformasi digital, mendukung pembuatan saluran penjualan online hingga melakukan marketing di media sosial seperti TikTok.

Merespons kegiatan ini, Dr. Ni Nyoman Sulastri selaku Kaprodi mengatakan, “Program pelatihan ini merupakan kelas dua arah yang berpusat pada diskusi dan praktik sehingga mampu meningkatkan partisipasi dan kepercayaan diri mahasiswa dalam presentasi.” Beliau juga menilai bahwa pendekatan konvergen yang digabungkan dengan pemanfaatan Al dan kemampuan kewirausahaan berdasarkan jurusan akan menjadi suatu hal penting di masa depan.

Related