December17 , 2025

70% Kuota Residen Terpenuhi, RS Universitas Nasional Jeonbuk Optimistis Tutup Kesenjangan Layanan Medis

Share

terkinni.id – Rumah Sakit Universitas Nasional Jeonbuk berhasil memenuhi sekitar 70 persen kuota residensinya dalam rekrutmen paruh kedua tahun 2025. Capaian ini diharapkan membantu mengatasi kesenjangan layanan medis yang sempat terjadi akibat kekurangan tenaga residen.

Menurut pihak rumah sakit pada Selasa (26/8), total 133 residen baru diterima dari 260 posisi yang dibuka, termasuk 187 kursi residen dan 73 kursi dokter magang. Ditambah dengan 50 residen yang kembali lebih awal, jumlah tersebut menjadi 183 posisi, atau sekitar 70 persen dari kuota awal.

Sebagian besar residen kembali memilih melanjutkan pelatihan, kecuali mereka yang tidak memungkinkan karena alasan khusus seperti wajib militer.

Beberapa departemen tercatat sudah terisi penuh 100%, di antaranya bedah saraf, ortopedi, THT, oftalmologi, dan psikiatri. Departemen Penyakit Dalam — yang dianggap vital — juga menerima 21 pelamar untuk 26 lowongan.

Para residen yang kembali dijadwalkan memulai pelatihan pada 1 September dan langsung terlibat dalam praktik klinis penuh.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa keberhasilan rekrutmen ini akan membantu menstabilkan layanan kesehatan.
Direktur Yang Jong-cheol menyatakan, “Kembalinya para residen dan keberhasilan rekrutmen ini menjadi fondasi kokoh untuk menyediakan perawatan medis yang stabil bagi pasien dan warga. Sebagai institusi medis publik, kami akan terus memperkuat keselamatan pasien dan layanan kesehatan.”

Related

Seorang Pelaut Indonesia Berusia 40 Tahun Hilang di Lepas Pantai Pulau Jeju

terkinni.id – Seorang pelaut asing hilang di perairan Jeju...

Gugatan Massal terhadap Coupang Meluas setelah Kebocoran Data 33,7 Juta Pengguna

Gerakan konsumen untuk mengajukan gugatan massal terhadap Coupang berkembang...

Saham Coupang Anjlok Usai Kebocoran Data 33,7 Juta Pengguna

Harga saham Coupang merosot lebih dari 5% pada hari...

Presiden Lee Jae-myung Akhiri Rangkaian Diplomasi Multilateral dan Bertolak ke Türkiye

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, pada 23 November waktu...