September24 , 2026

Pidato di Hari Pembebasan Korea Selatan, Presiden Lee: Jaga “Revolusi Cahaya”!

Share

Dalam pidato Hari Pembebasan ke-80, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan bahwa cahaya kemerdekaan yang diraih bangsa tidak boleh padam. Ia menyerukan agar seluruh rakyat bersatu menjaga “Revolusi Cahaya” yang berakar dari Semangat 1 Maret, diteruskan melalui pemerintahan sementara, dan menguat lewat momen penting seperti Revolusi 19 April, Gerakan Demokratisasi 18 Mei, serta Pemberontakan Demokratik 10 Juni.

Lee juga menyinggung pemakzulan presiden pada 2016 dan tahun lalu menjadi bukti bahwa kedaulatan rakyat tetap hidup. Ia menggambarkan “Revolusi Cahaya” terbaru sebagai momen haru, di mana “pelita Timur” yang pernah disinggung Rabindranath Tagore kini bersinar dalam warna-warni semangat rakyat.

Presiden menekankan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan dan veteran, serta mengingatkan pepatah “minum air, ingat sumbernya” sebagai simbol menghargai pengorbanan leluhur. Ia menolak segala bentuk penyangkalan atau pelecehan terhadap sejarah perjuangan anti-Jepang.

Lee berjanji akan memperluas kompensasi bagi keluarga pejuang, memulangkan jenazah patriot yang masih berada di luar negeri, dan terus mencatat sejarah perjuangan kemerdekaan sebagai warisan bangsa.

Related

Ketua Parlemen Korea Selatan Temui Dubes Indonesia, Bahas Kerja Sama Bilateral

terkinni.id – Pada Selasa (22/9), Ketua Majelis Nasional Korea...

Dr. B Lab Gandeng RS Group, Bidik Pasar Makanan Kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara

terkinni.id – Perusahaan bio-healthcare asal Korea Selatan Dr. B...

Jeonbuk Independent Film Association Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Garuda TV Indonesia

terkinni.id – Jeonbuk Independent Film Association (JIFA) dan perusahaan...

Korea Selatan Dorong Penetapan Sejong sebagai Ibu Kota Administratif Secara Hukum

terkinni.id – Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Chungcheong...