terkinni.id – Setelah melakukan kesepakatan tarif antara Korea Selatan dan AS, presiden kedua negara dijadwalkan akan bertemu. Sebelumnya, menteri luar negeri Korsel–Cho Hyun–menyatakan bahwa konferensi akan tetap dilaksanakan meskipun belum ada penetapan jadwal. Akhirnya, pada hari Rabu (7/8) lalu diumumkan bahwa pertemuan ini akan dilaksanakan pada 25 Agustus mendatang.
Presiden Lee diperkirakan akan tiba di Washington pada 24 Agustus, sehari sebelum konferensi dilaksanakan. Jadwal dan agenda ini ditetapkan setelah sebelumnya proses koordinasi sekadar dilakukan di balik layar. Istana presiden Yongsan juga menyiapkan pengumuman resmi terkait hal ini.
Dalam kunjungannya nanti, Presiden Lee akan meletakkan karangan bunga di Arlington National Cemetery dan diperkirakan akan tinggal di wilayah Washington selama tiga hingga empat hari.
Belum ada konfirmasi mengenai apakah konferensi ini akan menghasilkan sebuah statement tertentu, tetapi pemerintah Korea terus bekerja sama dengan pihak Trump untuk merilis pernyataan formal yang mencerminkan adanya perjanjian bilateral.
Jika kedua belah pihak sepakat mengeluarkan pernyataan bersama, diperkirakan pernyataan tersebut akan menegaskan kembali pentingnya aliansi Korea-AS, mengemukakan niat untuk memperdalam dan memperluas kemitraan, serta menekankan pentingnya kerja sama keamanan trilateral antara Korea, Amerika Serikat, dan Jepang.
Sehubungan dengan hal ini, Menteri Cho sebelumnya juga telah melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang dan bertemu dengan Menlu Takeshi Iwaya untuk menguatkan kembali nilai kerja sama trilateral dan menyatakan komitmen bersama untuk hubungan Korea-Jepang yang berorientasi pada masa depan.
Adapun dalam pernyataan yang ia tulis dan unggah di akun media sosialnya, Trump mengatakan bahwa jumlah investasi yang disepakati oleh Korea dalam hasil akhir negosiasi akan diumumkan saat konferensi bilateral di White House mendatang.
Konferensi ini diperkirakan akan menjadi ajang bagi Presiden Lee untuk mengumumkan rencana investasi, baik yang sudah ada maupun investasi baru di Amerika Serikat oleh konglomerat swasta besar. Hal ini akan menjadi tambahan dari investasi senilai $350 miliar yang disepakati selama negosiasi perdagangan sebelumnya.


