terkinni.id – Pemerintah Korea Selatan telah memulai perombakan besar-besaran terhadap kebijakan imigrasinya untuk menarik lebih banyak wisatawan asing. Sejumlah rencana revitalisasi pariwisata yang komprehensif, seperti uji coba perjalanan bebas visa untuk wisatawan Indonesia, perluasan penerbangan internasional di bandara regional, hingga penyederhanaan prosedur masuk untuk kapal pesiar akan diupayakan.
Menyusul rencana tersebut, pada Rabu (25/2), Pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan “Rancangan Transformasi Pariwisata Masuk dan Pariwisata Regional” pada Rapat Strategi Pariwisata Nasional ke-11. Inti dari rencana ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas ke Korea dengan menyederhanakan prosedur imigrasi.
Kementerian Kehakiman mengumumkan akan meluncurkan program uji coba pembebasan visa untuk kelompok wiastawan Indonesia yang berjumlah tiga orang atau lebih.
Seorang pejabat kementerian menjelaskan, “Indonesia memiliki populasi yang besar dan potensi pariwisata yang tinggi, jumlah pengunjung yang masuk ke negara ini melalui e-visa pun meningkat sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya sehingga kami memilihnya sebagai negara percontohan untuk program pembebasan visa.”
Adapun selain Indonesia, Korea Selatan juga telah memutuskan untuk menghapus biaya penerbitan visa untuk kelompok wisatawan Tiongkok, Vietnam, Filipina, India, dan Kamboja hingga Desember tahun ini. Selain itu, sistem kontrol imigrasi otomatis, yang saat ini hanya berlaku untuk 18 negara, akan diperluas ke Uni Eropa.
Lebih lanjut, sebelum mencapai keputusan ini, pemerintah Korsel telah lebih dulu melonggarkan persyaratan penerbitan visa multiple-entry untuk warga negara Tiongkok dan Vietnam, mengizinkan mereka memperoleh visa tersebut hingga kurun waktu sepuluh tahun, meningkat dari visa lima tahun sebelumnya.
Adapun terkait perluasan penerbangan internasional, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi telah memutuskan untuk secara signifikan meningkatkan penerbangan internasional langsung ke bandara regional dan mempertimbangkan untuk menetapkan hak lalu lintas udara internasional khusus untuk bandara regional.
Meneruskan rencana tersebut, peningkatan infrastruktur transportasi juga akan diupayakan, seperti perluasan layanan bus bandara larut malam dan durasi pemesanan tiket KTX.
Kemudian, perbaikan infrastruktur untuk pasar kapal pesiar juga akan dilakukan. Rencana ini mencakup pertimbangan untuk membangun terminal baru bagi kapal pesiar di Pelabuhan Utara Busan, diikuti perpanjangan jam operasional terminal untuk mengupayakan percepatan sistem penyaringan kapal.
Tidak hanya itu, pengembangan konten wisata di sejumlah pelabuhan utama Korea, seperti di Incheon, Busan, Yeosu, dan Sokcho, serta penambahan jumlah bus antar-jemput khusus penumpang kapal pesiar antara pelabuhan dan destinasi wisata juga akan dilakukan.


