terkinni.id – Beautiful Mind, sebuah lembaga amal diplomasi budaya Korea, mengumumkan pada Kamis (12/2) bahwa mereka telah berhasil menyelenggarakan kegiatan sukarela selama 5 hari di Jakarta, salah satunya lewat pertunjukan musik ‘Beautiful Mind: One Harmony, One Heart’ yang diadakan di Jakarta International Korean School (JIKS) pada 7 Februari lalu.
Dihadiri oleh Duta Besar Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-goo, serta tokoh-tokoh lokal dan Korea, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan sistem pendidikan musik khusus bagi siswa penyandang disabilitas di Indonesia dan untuk meletakkan dasar bagi pendirian Beautiful Mind Indonesia di masa mendatang.
Dalam pertunjukan ini, para musisi Korea seperti pemain biola tunanetra Kim Sujin dan pianis dengan Autism Spectrum Disorder Lee Mireu—keduanya merupakan lulusan Beautiful Mind Music Academy—mempersembahkan sejumlah pertunjukan “K-Classic” berkualitas tinggi, salah satunya dengan membawakan lagu nasional Indonesia “Tanah Airku”.
Adapun pada Minggu (8/2), sebuah kolaborasi spesial dengan siswa Indonesia juga berlangsung. Sebanyak empat siswa Indonesia, yang memperoleh bimbingan dari Beautiful Mind sejak Agustus tahun lalu, tampil bersama musisi Korea, menciptakan perpaduan ajaib yang melampaui keterbatasan mereka.
Di hari terakhir (9/2), delegasi Beautiful Mind juga mengunjungi Jakarta Intercultural School (JIS). Dengan dipandu oleh instruktur Korea, mereka berkolaborasi dengan kelompok siswa lokal, “Strings in Action”, untuk mengadakan konser dan kelas master terkait sistem pendidikan seni disabilitas Korea yang canggih.
Direktur Eksekutif Bae Il-hwan, sang pemimpin pertunjukan sekaligus pemain cello dari Universitas Wanita Ewha, mengatakan, “Beautiful Mind berencana menggunakan pertunjukan ini sebagai kesempatan untuk memperluas pendidikan bagi siswa lokal, menyampaikan pengetahuan, serta berkontribusi pada peningkatan kesadaran tentang disabilitas dan pendidikan seni budaya di Indonesia.”
Beautiful Mind adalah sebuah LSM yang telah memperoleh Status Konsultatif Khusus dari Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC), dan telah mengadakan lebih dari 450 konser di 112 wilayah di 77 negara di seluruh dunia, menyebarkan cinta tanpa mengharapkan imbalan apapun melalui musik.
Secara khusus, lembaga ini melatih anak-anak dan remaja penyandang disabilitas serta keluarga berpenghasilan rendah untuk menjadi musisi profesional.


