February4 , 2026

KOSPI 5000 dan Makna Kebangkitan Ekonomi Korea (Part II)

Share

terkinni.id – Pada 2 Juni 2025, tepat sebelum Presiden Lee Jae-myung dilantik, indeks KOSPI ditutup pada kisaran 2.698,97. Setelah itu, dalam waktu tujuh bulan sejak pelantikannya, pada 22 Januari 2026, KOSPI mencetak rekor dengan menembus level 5.000 untuk pertama kalinya dalam perdagangan intraday.

Dalam sejarah pasar modal Korea Selatan, pencapaian Indeks KOSPI yang melampaui angka 5000 bukan sekadar statistik ekonomi. Ia merupakan simbol transformasi struktural, kepercayaan pasar, dan perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi nasional. Dibandingkan dengan masa awal pemerintahan Presiden Lee Jae-myung, nilai indeks KOSPI kini meningkat lebih dari dua kali lipat—sebuah prestasi yang jarang terjadi bahkan dalam konteks global.

Fenomena ini tidak dapat dijelaskan hanya dengan faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global atau arus likuiditas internasional. Kenaikan KOSPI mencerminkan kombinasi antara stabilitas makroekonomi, reformasi kelembagaan pasar modal, serta visi politik yang menempatkan ekonomi sebagai alat untuk kesejahteraan rakyat, bukan hanya keuntungan segelintir korporasi besar.

Potensi Pertumbuhan yang Masih Besar

Meskipun KOSPI telah mencapai rekor baru, valuasi pasar Korea masih relatif rendah dibandingkan negara-negara dengan tingkat ekonomi yang sebanding. Rasio Book-to-Return (BTR) yang berada pada level sekitar 1,46 menunjukkan bahwa pasar saham Korea belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi nasional.

Hal ini berarti bahwa potensi kenaikan indeks masih sangat besar. Jika reformasi kelembagaan terus berlanjut dan kepercayaan investor semakin menguat, bukan tidak mungkin KOSPI akan kembali meningkat dua kali lipat dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan kata lain, pencapaian saat ini bukan puncak, melainkan fase awal dari transformasi pasar modal Korea.

Tugas pemerintah ke depan

Pertanyaan yang paling penting adalah: apa yang harus dilakukan pemerintah selanjutnya?

Pertama, reformasi hukum perusahaan harus diselesaikan tanpa kompromi politik yang melemahkan substansi perubahan. Kedua, transparansi korporasi dan perlindungan pemegang saham minoritas harus diperkuat secara sistematis. Ketiga, pemerintah perlu mengembangkan ekosistem pasar modal yang berorientasi jangka panjang, bukan hanya pertumbuhan indeks jangka pendek.

Selain itu, strategi ekonomi nasional harus tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pasar modal dan kesejahteraan sosial. Jika pasar saham tumbuh tanpa peningkatan kesejahteraan rakyat, maka legitimasi politik dan ekonomi dari pertumbuhan tersebut akan rapuh.

KOSPI 5000 bukan hanya angka. Ia adalah cermin dari perubahan struktural ekonomi Korea Selatan dan refleksi dari visi politik yang menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan ekonomi.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa reformasi institusional, keadilan pasar, dan kepercayaan publik dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat daripada sekadar stimulus finansial. Jika arah kebijakan ini dipertahankan, Korea Selatan tidak hanya akan mencapai rekor baru di pasar modal, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih adil, stabil, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Koh Young Hun
Profesor Emeritus Hankuk University of Foreign Studies, Seoul
Direktur The Korea Indonesia Center

Related

KOSPI 5000 dan Makna Kebangkitan Ekonomi Korea (Part I)

terkinni.id - Pada 2 Juni 2025, tepat sebelum Presiden...

Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia-Korsel Terus Diperluas

terkinni.id - Duta Besar Repulik Indonesia untuk Korea Selatan...

Korea Selatan, Mitra Tepat Menuju Indonesia Emas 2045

terkinni.id - Hubungan Indonesia dan Korea Selatan berkembang signifikan...

Indonesia-Korsel adalah Stabilizer Regional

terkinni.id - Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memiliki kepentingan...

KBRI Seoul Optimalkan Medsos dan Kuliner untuk Diplomasi Budaya

terkinni.id - Diplomasi digital merupa­kan instrumen penting untuk memperkuat...