March17 , 2026

UKM Korsel Bahas Strategi Masuk Pasar Indonesia

Share

terkinni.id – Pada diskusi panel ‘ASTI 2025 Global Leaders Forum’ yang diadakan di COEX, Seoul, pada Kamis (16/10), strategi bagi UKM Korsel untuk maju ke kawasan ASEAN—termasuk Indonesia—dibahas secara intensif.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Lee Jun-woo, Kepala Cabang Korea Institute of Science and Technology Information (KISTI) Seoul, dengan panelis yang meliputi Meti Kusmayanti, Wakil Menteri UMKM dan Startup Indonesia; Seo Seong-ho, Kepala Cabang KISTI Busan-Ulsan-Gyeongnam; Lee Jong-seong, Kepala Divisi Strategi Kebijakan KISTI; Jang Seok-jin, Kepala Jaringan Inovasi Digital Global (GDIN); Park Seung-chan, Profesor di Universitas Yongin; Ahn Chang-deok, CEO World Chemical Industry; Son Dong-kwon, kepala Samchully Networks Indonesia; dan Choi Yang-seok, CEO BIGTREE.

Lee Jong-seong, yang telah bertugas di Jakarta sejak Februari tahun lalu, menekankan pentingnya pasar Indonesia saat memperkenalkan proyek kerja sama KISTI di ASEAN. Ia berkata, “Indonesia adalah pasar terbesar di ASEAN dan berfungsi sebagai basis strategis bagi sekretariat kami. Membangun contoh sukses di Indonesia akan membantu kami berekspansi ke sepuluh negara Asia Tenggara.”

Ia kemudian menyatakan, “Ada banyak organisasi pendukung di Jakarta, seperti KOTRA, KOSME, dan KADIN, tetapi KISTI mengambil pendekatan yang berbeda dengan memilih perusahaan anggota ASTI yang ingin masuk ke Indonesia dan bekerja sama dengan Kementerian UMKM Indonesia untuk mempersiapkan matching dengan perusahaan lokal yang terverifikasi.”

Adapun Jang Seok-jin, kepala GDIN, mengatakan “Bagian tersulit dari ekspansi ke luar negeri, seperti ke Indonesia, adalah lokalisasi,” Ia menambahkan, “Daripada mengirim karyawan untuk memperluas pasar, akan lebih efektif untuk mencari mitra lokal yang baik dan membentuk usaha joint venture di mana kita dapat melokalisasi, mengoperasikan, dan mengembangkan usaha bersama.”

Merespons hal tersebut, Methi Kusmayanti, Wakil Menteri UMKM Indonesia, mengatakan, “Korea telah memasuki revolusi industri ke-4, sementara Indonesia masih berada di tahap revolusi industri ke-3,” seraya menambahkan, “Usaha mikro dan kecil perlu segera memperkenalkan teknologi seperti AI (kecerdasan buatan) untuk meningkatkan efisiensi produksi.”

Sementara itu, Seong-ho Seo, Kepala Cabang KISTI Busan-Ulsan-Gyeongnam, mengatakan, “Sejak tahun lalu, kami telah aktif mendukung ekspansi perusahaan anggota ASTI ke luar negeri,” seraya menambahkan, “Kami membantu perusahaan domestik dalam tiga cara: membangun platform kerja sama internasional, menemukan kebutuhan kerja sama penelitian dan pengembangan publik lokal, serta mencocokkan data perusahaan antara kedua negara.”

Dalam pembahasan hari itu, disepakati bahwa KISTI akan berperan sebagai pusat perantara melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM Indonesia serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendukung swasta seperti GDIN untuk mengupayakan hasil nyata bagi kemajuan negeri ini.

Related

Seorang Awak Kapal Asal Indonesia Hilang di Sekitar Pulau Wangdeungdo

terkinni.id – Pada Sabtu (14/3), sekitar pukul 11.04 pagi...

Film “The King’s Warden” Dikabarkan Bakal Tayang di Bioskop Indonesia!

terkinni.id – Dilansir dari website distributor film Singapura, film...

Indonesia dan Korea Selatan Bahas Perlindungan Pekerja Migran dan Peluang Ekspor Komoditas Rempah

terkinni.id – Melalui agenda "Friendly Talk" yang diadakan dengan...

Kota Goyang dan Indonesia Trade Promotion Center Bahas Kerja Sama Distribusi Kopi hingga Hortikultura!

terkinni.id – Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi, mengumumkan bahwa baru-baru...