terkinni.id – HYBE akhirnya buka suara menanggapi laporan The New York Times (NYT) pada 5 November yang menyoroti sejumlah pasal dalam kontrak eksklusif NewJeans dengan ADOR. Dalam pernyataan resmi pada Jumat (6/11), agensi tersebut membantah adanya pelanggaran dan memberikan klarifikasi mengenai isi hingga proses penyusunan kontrak yang ditandatangani para anggota pada 2022 lalu.
Sebelumnya, NYT melaporkan telah memperoleh salinan kontrak eksklusif NewJeans yang ditandatangani ketika para anggota masih berusia 14–17 tahun. Laporan tersebut menyoroti sejumlah ketentuan, termasuk perlindungan bagi artis di bawah umur, pembebanan biaya operasi plastik, pembatasan perilaku, hingga metode penghitungan penalti kontrak.
Menanggapi hal tersebut, HYBE menyatakan bahwa seluruh label di bawah naungannya menandatangani perjanjian tambahan standar nasional untuk perlindungan remaja bersama para trainee. Perjanjian tersebut mencakup perlindungan hak pribadi, waktu tidur, pendidikan, dan istirahat, serta tetap berlaku hingga artis mencapai usia dewasa.
HYBE juga menegaskan bahwa kontrak eksklusif NewJeans telah memuat ketentuan perlindungan hak asasi dasar yang mencakup berbagai aspek dalam perjanjian standar tersebut. Terkait proses penyusunan, draf kontrak pertama kali dibagikan pada 7 Januari 2022 dan baru disepakati pada April tahun yang sama setelah melalui diskusi selama sekitar tiga bulan. Prosesnya mencakup sesi tanya jawab, komunikasi melalui email, serta pembahasan revisi yang turut ditinjau oleh kuasa hukum pihak artis.
Mengenai pembagian biaya, HYBE mengklaim bahwa salah satu ibu anggota sempat meminta agar beban biaya yang ditanggung artis dapat dikurangi. Tim hukum HYBE kemudian mengaku telah mengajukan beberapa alternatif kepada ADOR terkait hal ini, tetapi usulan tersebut ditolak oleh wakil CEO ADOR saat itu sehingga kontrak akhirnya ditandatangani dengan ketentuan yang berlaku sekarang.

HYBE turut membantah bahwa pasal penalti kontrak merugikan para anggota. Meski rumusannya terlihat berbeda dari kontrak standar, agensi mengklaim dampak ekonominya tetap sama. HYBE juga menyebut bahwa pasal tersebut telah ditinjau secara terperinci oleh Pengadilan Tinggi Seoul dalam sengketa kontrak NewJeans dan dinyatakan tidak bermasalah. Menurut mereka, perhitungan penalti dalam gugatan terhadap Danielle juga menggunakan formula yang sepenuhnya sama dengan kontrak standar.
Terkait penggunaan foto dan suara anggota pun, HYBE menegaskan bahwa pemanfaatan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) harus mendapatkan persetujuan masing-masing artis. Agensi juga menjelaskan bahwa pasal larangan pencemaran nama baik bertujuan mencegah tindakan yang termasuk tindak pidana, sementara ketentuan mengenai hubungan asmara yang tidak pantas dimaksudkan untuk melindungi artis dari perilaku yang berpotensi menimbulkan kontroversi sosial.

Di akhir pernyataannya, HYBE menyebut bahwa kontrak tersebut disusun dan ditandatangani melalui pembahasan yang melibatkan Min Hee Jin selaku CEO ADOR saat itu, wakil CEO yang ditunjuknya, para anggota beserta orang tua mereka, serta kuasa hukum dari beberapa anggota. HYBE mengaku telah meminta NYT mencantumkan peran Min Hee Jin dalam proses penyusunan kontrak, tetapi permintaan tersebut tidak diterima.
Adapun HYBE menyatakan terpaksa memberikan klarifikasi ini sebab dokumen kontrak dan materi gugatan yang seharusnya hanya dimiliki oleh pihak-pihak terkait telah bocor ke media asing dan dinilai digunakan sebagai alat untuk menyerang industri K-Pop.



