terkinni.id – Pemerintah Kota Suwon, Korea Selatan, mengirimkan delegasi pengembangan ekspor ke Indonesia dan Singapura untuk membantu perusahaan eksportir yang mengalami kesulitan perdagangan akibat ketidakstabilan situasi di Timur Tengah. Program ini memanfaatkan kedua negara sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia dan Singapura dipilih karena menjadi pusat perdagangan penting ASEAN yang terhubung dengan pasar sekitar 200 juta penduduk Muslim. Selain itu, berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kota Suwon, Singapura menempati peringkat pertama di ASEAN dalam skala impor dengan nilai sekitar 638 triliun won, sedangkan Indonesia berada di peringkat ketiga dengan nilai sekitar 319 triliun won.

Melalui proses seleksi pada Mei lalu, Pemerintah Kota Suwon kemudian memilih 10 perusahaan lokal potensial, termasuk UMKM yang memproduksi produk-produk terkait Korean Wave atau Hallyu. Delegasi tersebut bekerja sama dengan lembaga perdagangan setempat untuk mengunjungi langsung lokasi calon pembeli yang telah melalui proses verifikasi dan melakukan konsultasi bisnis.
Pada 20 Oktober, para perusahaan potensial akhirnya bertemu dengan calon pembeli dari 50 perusahaan di Jakarta untuk membahas peluang ekspor. Selanjutnya, pada 22–23 Oktober, delegasi dijadwalkan melanjutkan kegiatan serupa di Singapura dengan menemui calon pembeli dari 50 perusahaan lainnya.



