terkinni.id – Drug Information Association (DIA) Korea dan Indonesian Association for the Study of Medicinals (IASMED) baru-bau ini menjalin kerja sama untuk mengembangkan ekosistem uji klinis dan meningkatkan kompetensi tenaga profesional di Indonesia. Keduanya menandatangani nota kesepahaman (MOU) dalam IASMED Annual Meeting 2026 di Jakarta pada 5 September.
Mengusung tema “Continuing the Momentum: Empowering Indonesia’s Clinical Trial Ecosystem”, pertemuan tersebut mempertemukan regulator, institusi penelitian, fasilitas kesehatan, perusahaan farmasi dan bioteknologi, CRO, akademisi, serta tenaga medis. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan DIA turut memperkenalkan pengalaman Korea Selatan dalam mengembangkan ekosistem obat dan uji klinis serta perubahan paradigma global dalam pengembangan obat.

Melalui MOU tersebut, DIA dan IASMED akan memperluas program konferensi, simposium, lokakarya, forum, dan pelatihan bersama. Keduanya juga mempertimbangkan pemberian akses terhadap program pendidikan DIA bagi anggota IASMED, termasuk lisensi kurikulum dan discount anggota, serta peluang partisipasi bersama dalam konferensi satu sama lain.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga profesional Indonesia sekaligus membuka koneksi yang lebih luas dengan jaringan uji klinis global. Menurut WHO sendiri, aktivitas penelitian klinis di Indonesia meningkat 83 persen dalam 15 tahun terakhir, dengan 66 uji klinis tercatat pada 2024. Namun, penguatan infrastruktur penelitian dan tenaga profesional masih diperlukan untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam uji klinis multinasional.


