terkinni.id – Pemerintah Metropolitan Seoul menyiapkan langkah transportasi darurat untuk menghadapi kemungkinan mogok kerja bus kota pada 16 September. Langkah tersebut antara lain menambah jumlah bus shuttle gratis dan perjalanan kereta bawah tanah.
Serikat Pekerja Bus Seoul menyatakan akan mulai mogok sejak bus pertama beroperasi pada 16 September jika kesepakatan upah tidak tercapai hingga 15 September.
Seoul akan mengoperasikan hingga 1.500 bus shuttle gratis, meningkat dari sekitar 700 bus saat mogok pada Januari lalu. Sekitar 200 bus akan ditempatkan di jalan-jalan utama seperti Gangnam-daero, Tongil-ro, dan Dobong-ro dalam 10 rute untuk membantu perjalanan antardistrik. Sekitar 1.300 bus lainnya akan menghubungkan kawasan permukiman dan lokasi-lokasi utama dengan stasiun kereta bawah tanah di 25 distrik Seoul.

Operasional kereta bawah tanah juga akan ditingkatkan. Jumlah perjalanan akan ditambah sebanyak 202 kali per hari, sedangkan jam operasional dengan jadwal lebih padat akan diperpanjang dua jam. Kereta terakhir juga akan beroperasi hingga pukul 02.00 dini hari.
Untuk mengurangi kemacetan, Seoul meminta sekolah, lembaga publik, dan perusahaan swasta menyesuaikan waktu masuk sekolah dan kerja selama satu jam. Pemerintah kota juga mendorong penerapan kerja dari rumah dan jam kerja fleksibel.
Seoul menyatakan akan mengoperasikan transportasi alternatif semaksimal mungkin untuk mengurangi ketidaknyamanan warga. Pemerintah kota juga berharap pihak pekerja dan perusahaan dapat menyelesaikan perundingan pada tingkat yang dapat diterima masyarakat.


