terkinni.id – Delegasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia baru-baru ini diketahui mengunjungi Magok Research Center milik Daewoong Pharmaceutical di Seoul, Korea Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama di bidang pengembangan obat dan regulasi.
Dalam kunjungan yang berlangsung pekan lalu tersebut, delegasi BPOM melihat langsung fasilitas pusat riset Daewoong yang menjadi salah satu pusat penelitian dan pengembangan utama perusahaan guna pengembangan obat global. Fasilitas seluas sekitar 49.500 meter persegi itu terdiri atas tiga lantai bawah tanah dan sembilan lantai di atas tanah serta mampu menampung lebih dari 1.000 peneliti.
Dalam kesempatan ini, kedua pihak membahas potensi kerja sama dalam pengembangan produk dan proses perizinan obat di Indonesia, sekaligus komunikasi regulasi untuk pengembangan uji klinis di masa mendatang.

Penasihat bidang farmasi BPOM, Rita Endang, mengapresiasi kesempatan ini, khususnya dalam pengembangan obat baru dan biofarmasi. BPOM juga menyatakan akan terus membangun komunikasi regulasi yang konstruktif dengan perusahaan farmasi yang berinvestasi dan menjalankan kegiatan riset di Indonesia.
Adapun bagi Daewoong, Indonesia telah menjadi salah satu pijakan strategis untuk mengembangkan bisnis farmasi dan bioteknologinya selama lebih dari dua dekade. Lebih lanjut, kerja sama perusahaan di Indonesia kini tidak hanya mencakup ekspor produk, tetapi juga produksi lokal, kolaborasi riset dan pengembangan, serta pengembangan talenta.
Daewoong menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan otoritas regulasi Indonesia dan pasar global lainnya untuk mendukung pengembangan obat inovatif sekaligus memperluas bisnis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.


